BIMBINGAN TEKNIS MULTIMEDIA UNTUK REMAJA MASJID BERSEJARAH DALAM RANGKA MEMBANGUN PERADAPAN BANGSA

0
736

Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam hal ini diampu oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menjadi koordinator penyelenggara kegiatan Bimbingan Teknis Multimedia Untuk Remaja Masjid Bersejarah Dalam Rangka Membangun Peradapan Bangsa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 – 15 Juli 2017 dan bekerjasama dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Salman ITB bertempat di Holiday Inn/Sanbe Hotel, Bandung. Bimbingan Teknis (Bimtek) Multimedia ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Milad Istiqlal serta Diskusi Terpumpun Masjid Bersejarah dan Arsitekturnya di Indonesia dalam Membangun Peradapan Bangsa. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan teknis berkaitan dengan dokumentasi dan publikasi masjid-masjid di Indonesia serta menanamkan minat untuk melestarikan peninggalan fisik serta nilai-nilai kemasyarakatan yang berujung pada tegaknya Indonesia, juga dalam rangka mengawal masyarakat agar mampu menggunakan media sosial dengan sebaik-baiknya.

Bimtek ini dihadiri oleh para pengelola masjid berusia remaja sebanyak 43 peserta dari berbagai masjid di Indonesia antara lain : Dewan Masjid Indonesia, Masjid Agung Banten, Masjid Agung Darussalam Palu, Masjid Al Markaz Al Islam Makasar, Masjid Agung Palembang, Masjid Agung Semarang, Masjid Agung Yogyakarta, Masjid Al Azhar Jakarta, Masjid Al Hilal Katangka Makasar, Masjid Al Wusto Solo, Masjid As-Salam Solo, Masjid As-Syuro Garut, Masjid At Tien Jakarta, Masjid Baiturahman Aceh, Masjid Bank Indonesia Jakarta, Masjid Cipaganti Bandung, Masjid Cut Mutia Jakarta, Masjid Demak Semarang, Masjid Gunung Jati Cirebon, Masjid Irsyad Ridwan Kamil Bandung, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Jami Bung Karno Bengkulu, Masjid Jogokaryan Yogyakarta, Masjid Kaoman Pekalongan, Masjid Kasepuhan Cirebon, Masjid Mantingan Jepara, Masjid Nur Sulaiman Banyumas, Masjid Pesantren Gontor Surabaya, Masjid Pulau Penyengat Pangkal Pinang, Masjid Salman ITB Bandung, Masjid Sunan Giri Surabaya, Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Masjid Tebuireng Jombang, Masjid Ulee Lheu Aceh, Masjid YMAP Jakarta, serta dari Museum Bait Quran Jakarta.

Beberapa materi yang diajarkan selama Bimtek yaitu Dasar multimedia dan pemanfaatannya, Creative writing, Wawasan 3D untuk masjid-masjid bersejarah di Indonesia, Desain grafis, videografi dan forografi serta Pemanfaatan media sosial. Selain mendengarkan dan menyimak penjelasan berbagai macam teori tersebut para peserta Bimtek juga turun ke lapangan seperti untuk praktek fotografi mengambil tempat di sekitar Balai Kota Bandung serta untuk praktek videografi para peserta diajak berkunjung ke Masjid Salman ITB disana mereka meliput berbagai hal tentang keberadaan Masjid Salman dan mewawancara para pengurus masjid tersebut. Kegiatan Bimtek Multimedia ini diharapakan dapat memaksimalkan peran serta masjid sebagai lembaga yang dapat memberikan motivasi, meningkatan kesadaran, membina aspek pengetahuan serta mengembangan kegiatan ekonomi maupun aktivitas umat islam dalam sejarah peradapan bangsa, sehingga masjid bisa menjadi lembaga yang dapat mengembangkan dan memberdayakan umat Islam secara menyeluruh.