Bentengan Betawi

0
90664

“Benteng / Bentengan” adalah salah satu permainan tradisional berkelompok yang membutuhkan ketangkasan, kecepatan berlari dan strategi yang handal. Permainan ini merupakan salah satu permainan tradisional yang sangat baik digunakan untuk berolahraga. Hal ini disebabkan karena setiap pemain harus berlari untuk menjaga benteng dan menangkap lawan. Tujuan utama dari permainan benteng ini adalah menyerang dan mengambil alih “benteng / markas” lawan.

Peningkatan laju pertumbuhan penduduk pun turut andil dalam menjadikan pemukiman yang semakin padat di kota-kota besar, jalan-jalan sempit, tak ada lapangan maupun pekarangan untuk bermain, membuat anak memilih permainan yang lebih praktis, permainan-permainan yang cenderung menjadikan mereka manusia-manusia individual yang tak mengenal cara bersosialisasi di dalam masyarakat. Namun demikian ternyata masih ada kelompok anak-anak di Jakarta yang memainkan permainan ini yang ternyata memiliki manfaat dibalik permainannya.

Dalam suatu permainan tradisional, selain menyenangkan tentunya terdapat pelajaran dan pesan moral yang dapat diambil. Ternyata permainan benteng ini memiliki banyak manfaat yang tidak semua anak-anak menyadarinya. Manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

1. Dapat melatih kecepatan dan kelincahan dalam berlari.

2. Dapat melatih daya tahan serta kekuatan karena dalam permainan ini pemain dituntut untuk terus berlari.

3. Selain itu permainan ini juga dapat memupuk kerja sama antar kelompok.

Jadi, permainan “benteng” ini selain menyenangkan dan menghibur juga bisa memberikan kebugaran jasmani. Permainan ini harus dilestarikan di tengah era globalisasi seperti zaman sekarang, karena sangat menghibur juga menyehatkan, serta banyak pelajaran yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, permainan tradisional juga mengajarkan kita untuk selalu bersosialisasi dengan orang-orang dibandingkan dengan memainkan permainan yang banyak terdapat di gadget pada masa sekarang, karena di dalamnya terdapat unsur kesehatan, sportifitas, kejujuran, solidaritas, keuletan, dan ketekunan.

 

Cara Bermain Benteng / Bentengan :

1. Permainan ini dimulai dengan dua kelompok yang masing – masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang.

2. Selanjutnya masing – masing kelompok memilih tiang atau pilar sebagai “benteng / markas”. Disekitar benteng tersebut terdapat area aman untuk kelompok yang memiliki tiang atau pilar tersebut. Bila berada di area aman, mereka tidak perlu takut terkena lawan.

3. Para anggota kelompok akan berusaha menyentuh lawan dan membuatnya “tertawan / tertangkap”.

4. Pemain harus sering kembali dan menyentuh bentengnya karena “penawan” dan yang “tertawan” ditentukan dari waktu terakhir menyentuh “benteng”,

5. Orang yang paling dekat waktunya menyentuh benteng berhak menjadi “penawan”. Mereka bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikan tawanan.

6. Pemenangnya adalah kelompok yang dapat menyentuh tiang atau pilar lawan dan meneriakan kata “benteng”.

Strategi Benteng :

1. Seperti pada perang, benteng membutuhkan strategi untuk memenangkan permainan. Salah satu strategi permainan ini adalah membagi anggota kelompok menjadi “penyerang”, “mata – mata”, “pengganggu”, dan “penjaga benteng”.

2. Penyerang bertugas mencari celah agar dapat menyentuh benteng lawan. mata – mata bertugas mencari lawan yang telah lama tidak menyentuh benteng. Pengganggu bertugas memancing lawan untuk keluar dari daerah aman. Penjaga “benteng” harus menjaga benteng mereka dari pihak lawan yang ingin menyentuh benteng.

Keterangan

Tahun :2019

Nomor Registrasi :201900920

Nama Karya Budaya :Bentengan Betawi

Provinsi :DKI Jakarta

Domain :Tradisi dan Ekspresi Lisan

Sumber: Website Warisan Budaya Takbenda