Teater Sangir Menghibur Deklarasi Pemilu Damai Kabupaten Sragen

0
757

Teater Sangir merupakan sebuah kelompok kesenian beranggotakan warga yang bertempat tinggal tak jauh dari Museum Manusia Purba Klaster Krikilan. Kelompok ini berkembang dan tumbuh di tengah-tengah “Kebesaran Sangiran”. Berkreasi dan terus berkembang tanpa meninggalkan kebudayaan lokal menjadi desah dan nafas kelompok ini saat menampilkan kesenian yang mereka bawakan.
Jumadi, yang merupakan Ketua Teater Sangir mengatakan bahwa, “Ini jadi kebanggaan bagi kami, kami dapat menampilkan kesenian yang kami banggakan di acara Deklarasi Pemilu Damai ini”.
Kesenian yang dibawakan dalam acara ini adalah Gejog Lesung yang menceritakan perbedaan pilihan dalam masyarakat jangan sampai menjadi perpecahan. Pilihan dalam pemilu merupakan hak setiap orang dan hal itu jangan membawa permusuhan. Pemilu merupakan wahana mencari wakil rakyat dan pemimpin untuk membawa masyarakat lebih maju lagi.


Dari Sangiran, Teater Sangir membawa pesan perdamaian, berbeda pandangan politik jangan menghancurkan masyarakat. Bendera yang dibawakan dalam “aksi” menghibur mereka ini merupakan perwujudan perbedaan pilihan partai politik. Dengan warna yang berbeda tetap menjadikan masyarakat mampu menjaga persatuan. Mampu bergotong royong demi kemajuan masyarakat, hal ini seusai dengan misi Bupati yaitu “Guyub Rukun”.
Cerita yang dibawakan Teater Sangir ini, mengajak segenap pihak untuk menjaga keamanan sekitarnya. Menjaga diri untuk tidak berbuat yang dapat mengancam pemilu yang damai, seperti yang dicita-citakan. Hal ini diceritakan dalam bentuk nyanyian, teater dalam lantunan irama gejok lesung, bahkan penonton diajak untuk berkomentar. Dialog dua arah terjadi dengan penonton, suatu cara sederhana melalui seni dalam mendukung pemilu yang damai.
“Kami mampu berkarya dari pengetahuan yang diberikan guru kami, yang pertama memperkenalkan kami dengan kesenian. Selain itu, pihak BPSMP Sangiran memfasiitasi dengan memberikan pelatihan dengan narasumber dari ISI Surakarta agar kami lebih baik”, ungkap Jumadi.
Perpaduan pengalaman hidup dan juga pelatihan, membuat kelompok kesenian ini mampu berkembang mengikuti jaman. “Bukan uang yang menjadi tujuan kami tetapi dihargai karya yang kami hasilkan, itu menjadi kebanggaan bagi kami”, tutur Jumadi.
Semoga Teater Sangir membawa aroma Pemilu damai dari Sangiran, kedamaian yang diciptakan melalui kelompok kesenian ini membawa angin segar bagi kedamaian. (Wiwit Hermanto)