Mengenalkan Siswa MIN 2 Bantul Pada Peninggalan Bangsa

0
97

Guna membentuk karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bantul sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, pihak sekolah mengadakan kunjungan ke Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan. Pembelajaran luar kelas menjadi salah satu cara untuk memberikan penguatan karakter pada siswa sekaligus mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang diprogramkan pemerintah. Penguatan karakter siswa menjadi salah satu sendi penting pendidikan, selain melalui pembelajaran di kelas, dapat pula dilakukan di luar kelas.   

Hal ini perlu dilakukan sejak usia dini guna membiasakan para siswa dengan materi pelajaran dikelas ditambah dengan materi diluar kelas yang tidak kalah penting pula. Tujuan kunjungan ini, “Untuk mengenalkan peserta didik pentingnya menjaga kelestarian budaya dan sekaligus mengenal berbagai peninggalan sejarah di Indonesia”, tegas Yuhrotul Mardhiyah selaku Kepala Madrasah.    

Yuhrotul melanjutkan, guna memberi materi yang mudah dicerna siswa, “Mohon agar siswa-siswa mendapatkan materi guna memperoleh informasi yang dimaksud”.   

Kunjungan yang dilakukan MIN 2 Bantul pada hari Kamis, 25 April 2024 dengan 147 orang siswa dan  guru pendamping. Guna mencapai tujuan tersebut, MIN 2 Bantul diberi materi melalui koleksi yang ada di 3 ruang pamer Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan. Selain itu, siswa diajak diskusi terkait tentang koleksi museum sesuai dengan tingkat pendidikannya, dengan cara menjelaskan dengan singkat hewan-hewan purba yang akan mereka saksikan di museum. Terdapat hewan air dan darat yang menjadi koleksi di museum, hewan-hewan tersebut seperti Kerang, Buaya, Kuda Nil, Hiu, Gajah, Kerbau. “Hewan itu pernah saya lihat di kebun binatang”, seru siswa-siswa antusias.  

Jawaban tersebut mengawali diskusi dengan bahasa yang mudah dipahami para siswa. Kemudian dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, dijelaskan tentang kehidupan purba yang pernah terjadi di Sangiran. Perubahan lingkungan laut menjadi rawa, yang kemudian berubah menjadi kehidupan darat dengan bukti-bukti makhluk hidup yang hidup pada masa tersebut.  

Setelah diskusi, siswa diajak menyaksikan film berjudul, “Sangiran untuk Dunia” yang menjelaskan secara audio visual gambaran Sangiran di masa lalu hingga saat ini. Situs Sangiran mampu memberikan berbagai pengetahuan untuk membuka misteri kehidupan masa lalu kala Pleistosen. Hal ini terlihat jelas dengan lapisan-lapisan tanah yang ada di Situs Sangiran, saksi dari kehidupan manusia purba tipe Homo erectus yang berhasil menciptakan alat dan budaya. Manusia purba tipe Homo erectus ini hidup di tengah-tengah hewan purba. (Wiwit Hermanto)