Motif Batik Sebagai Upaya Revitalisasi

0
976

Abstrak

Sangiran merupakan salah satu situs manusia purba penting dan masuk ke dalam daftar situs warisan budaya. Sebagai situs yang menjadi sumber pengetahuan tentang manusia purba di dunia, pemerintah berkewajiban untuk melakukan pelestariannya. Pemerintah  melalui BPSMP Sangiran sampai saat ini terus bekerja sama dengan masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Propinsi dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs.

Pengembangan Situs Sangiran dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan kembali nilai pentingnya. Batik merupakan salah satu media untuk  menumbuhkan kembali nilai penting situs dengan mengangkat tema fosil temuan, sebagai contoh Formasi Pucangan. Hal tersebut didukung oleh ketrampilan membatik masyarakat Sangiran. Batik berciri Sangiran diharapkan dapat menjadi jalan yang menghubungkan antara Situs Sangiran dengan masyarakat, peningkatan nilai penting situs sekaligus kualitas hidup masyarakat.

Kata kunci: revitalisasi, Situs Sangiran, masyarakat, batik

 Abstract

Sangiran is a significant early man site and registered in World Heritage List. As a resource of early man knowledge in the world, the government has an obligation to preserve it. BPSMP Sangiran as a government representative has been cooparating with community, local, regional, dan provincial government to protect, foster, and utilize it.

The Sangiran Site fostering can be done by arising the site significance. Batik is a media to arise Sangiran significance with fossils finding motifs, such as fossils from Pucangan Formation. It’s supported by Sangiran partly community skill. Sangiran’s characteristic batik can be a bridge between Sangiran Site and community, fostering site significance and community quality life.    

Key words: revitalization, Sangiran Site, community, batik

(Septina Wardhani)

Selelgkapnya silahkan klik