Identifikasi Kerusakan Fosil: Studi Kasus Koleksi Museum

0
923

Abstrak

Pelestarian atas koleksi adalah salah satu tolak ukur penting dalam pengelolaan museum. Untuk mengatur manajemen kerusakan koleksi, pelestarian atas koleksi adalah tolak ukur yang harus diperhatikan, terlebih lagi untuk faktor luar (lingkungan). Manajemen kerusakan untuk koleksi akan membantu konservator dalam membuat keputusan penting tentang perawatan fosil. Identifikasi sistematis dan komprehensif dari agen menyebabkan kerusakan terhadap koleksi yang akan menjadi faktor utama dalam menafsirkan tindakan perawatan. Terlebih lagi, pemantauan dan evaluasi setelah kegiatan konservasi menjadi krusial untuk melihat dampak yang timbul dari intervensi yang telah dilakukan pada koleksi. Memantau dan mengontrol koleksi lingkungan mikro di ruang penyimpanan dan ruang pamer harus di jalankan secara rutin untuk menghindari kerusakan lebih lanjut terhadap koleksi.

Kata kunci: koleksi, pelestarian, identifikasi, dan lingkungan mikro

 Abstract

Preservation of collection is one of the important parameters in managing the museum.  To arrange collection risk management, preservation of collection is the parameters that must be considered in addition to external factors (environment). Risk management for collections will assist conservators in making important decisions about collection care. The systematic and comprehensive identification of the agents causing damage to the collection will be a major factor in determining treatment actions. In addition, monitoring and evaluation after conservation activities becomes crucial to see the impact arising from interventions that have been carried out on the collection. Monitoring and controlling the collection microenvironment in the storage and display room must be carried out regularly to prevent further damage to the collection.

Key words: collection, preservation, identification, microenvironment

(Nurul Fadlilah)

Selelngkapnya silahkan klik