KEPALA BPNB PAPUA MEMBUKA KEGIATAN BEDAH PROPOSAL SEJARAH DAN BUDAYA DI GRAND ABE HOTEL

0
429
Kepala BPNB Papua Dessy Polla Usmany,SS Membuka Kegiatan Bedah Proposal di Grand Abe Hotel Abepura, Kota Jayapura

Jayapura, Bertempat di Grand Abe Hotel Abepura Kota Jayapura, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya ( BPNB ) Papua Dessy Polla Usmany,S.S membuka kegiatan Bedah Proposal Penelitian Sejarah dan Budaya. Dessy Polla Usmany dalam sambutan yang intinya  “sebagai bagian dalam tahapan penelitian di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Papua, pada tim peneliti sebelum nanti turun ke lapangan melaksanakan kegiatan penelitian perlu mengajukan rancangan proposal penelitian. Proposal penelitian ini selanjutnya di bahas untuk lebih maksimal nantinya di lapangan. Untuk itu BPNB Papua mengharapkan masukan dari peserta bedah proposal ini terutama dari komunitas masyarakat yang di undang dan sengaja dipilih dari komunitas lokasi yang nantinya tim peneliti dari BPNB Papua mengambil data. Harapan dan terimaksih kepada narasumber pembahas proposal DR. J.R. Mansoben dari Antropologi Universitas Cenderawasih, DR.Katubi dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, DR.Argo Twikromo dari Universitas Atmajaya Jogjakarta dan DR.Bernarda Meteray dari Sejarah Universitas Cenderawasih yang telah hadir agar dengan pengalaman yang mereka miliki baik sebagai akademisi dan peneliti budaya dan sejarah memberi koreksi dan masukan guna perbaikan proposal agar lebih siap nantinya di lapangan dan maksimal dalam pengambilan, pengolahan, menulis dan menyajikan  dataTerutama kepada DR.Katubi dari Puslit Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI yang nantinya setelah pemaparan materi proposal dari tim BPNB akan memberi materi sosialisasi yang berkaitan dengan pengelolaan e-jurnal di LIPI.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan pemaparan materi yang terbagi dalam empat sesi dengan masing-masing sesi dipaparkan tiga judul proposal penelitian,

Sesi I:

  • Tari Senawan dalam Tradisi Inisiasi Orang Karon di Kabupaten Tambrauw Provinsi Bapua Barat.
  • Nilai Babi Dalam Kehidupan Budaya Masyarakat Muslim Hubula di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua.
  • Allen sebagai Tarian Penyambutan Tamu Orang Moi di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Sesi II:

  • Upaya Pencegahan Krisis Pangan dengan Penggunaan Sistem Pertanian Tradisional di Pegunungan Bintang Provinsi Papua.
  • Tradisi Yuwoo (Pesta Babi) dalam Mempererat Kekerabatan Masyarakat Mee di Kabupaten Paniai Provinsi Papua.
  • Fiiri, Permainan Tradisional Orang Moi, sebagai Media Meningkatkan Karakter Siswa SD di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Sesi ke tiga;

  • Jejak Sekutu sebagai Obyek Wisata Sejarah di Depapre Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.
  • Pembangunan Taman Budaya Berkarakter Budaya Lokal di Kabupaten Yahukimo.
  • Sejarah Pendirian Kota Papan Agats sebagai Ibukota Kabupaten Asmat Provinsi Papua.

Sesi IV :

  • Sejarah Kerajaan Rumbati Kabupaten Fak Fak Provinsi Papua Barat.
  • VVS sebagai Sekolah Berpola Asrama di Kabupaten Supiori pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda 1948 – 1963.
  • Peran Perempuan Mee dalam Ekonomi Rumah Tangga Masyarakat Dogiyai Provinsi Papua Barat.        Pemaparan sesi pertama dan empat dipandu oleh moderator Hari Suroto,S.S. Sesi ke dua dan tiga dipandu oleh Anthon Maturbongs,S.Pd.

Setelah pemaparan materi proposal, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi e-jurnal oleh DR.Katubi dari Pusat Penelitian  Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI yang dilanjutkan dengan acara penutupan.