Siger Lampung

0
21258

Siger lampung adalah sebuah karya budaya yang terdiri dari dua kata, Yaitu: Siger, dan Lampung. Siger adalah mahkota pengantin wanita Lampung berbentuk segitiga berwarna emas. Dan, biasanya memiliki cabang berjumlah sembilan atau tujuh.
Lampung, adalah sebuah provinsi yang berada paling selatan Pulau Sumatera. Ibukotanya, bernama Bandarlampung. Provinsi ini memiliki 2 Kota dan 13 Kabupaten. Kota yang dimaksud adalah Kota Bandar Lampung dan Kota Metro.
Siger merupakan benda yang sangat umum di Lampung dan merupakan simbol khas daerah ini. Siger dibuat dari lempengan tembaga, kuningan, atau logam lain yang dicat dengan warna emas. Siger biasanya digunakan oleh pengantin perempuan suku Lampung pada acara pernikahan ataupun acara adat budaya lainnya.
Pada jaman dahulu, Siger dibuat dari emas asli dan dipakai oleh wanita Lampung. Tidak hanya sebagai mahkota pengantin, melainkan sebagai benda perhiasan yang dipakai sehari-hari. Saat ini penggunaan siger bukan hanya sebagai lambang kejayaan dan kekayaan. Dari bentuk mahkota. Siger kini mengambil konsep nilai feminisme dan ajaran agama Islam. Islam adalah agama dari sebagian besar masyarakat Suku Lampung. Agama Islam menyatakan bahwa laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga. Perempuan lampung diibaratkan sebagai manajer yang mengatur segala sesuatu dalam rumah tangga. Bagi Masyarakat Lampung, perempuan sangat berperan dalam segala kegiatan. Di balik kelembutan perempuan, ada kerja keras, kemandirian. Kegigihan, inspirator, dan pendorong kemajuan pasangan hidupnya.
Saat ini, simbol siger telah di aplikasikan dalam berbagai bentuk. Simbol siger bisa ditemukan pada motif batik lampung. Lukisan. Logo. Dan lain sebagainya. Simbol siger dapat ditemukan juga dalam bentuk tugu, menara, gapura, hiasan rumah, pagar, hingga bentuk asesoris seperti gantungan kunci. Lukisan, patung, boneka, dan lain sebagainya. Bentuk siger yang paling khas, dan menjadi aikon Provinsi Lampung, adalah Menara Siger yang berada tepat di titik 0 km Pulau Sumatera.

Dikutip dari : Tjetjep Rosmana dkk, “Siger Lampung”, Laporan Inventarisasi dan Pencatatan Karya Budaya, Bandung: BPNB Jabar, 2017