PERALATAN SUNAT MILIK BENGKONG

Oleh :
Ria Andayani Somantri
(BPNB Jabar)

Bengkong dapat dikatakan sebagai profesi yang sangat langka. Salah seorang bengkong, Mahfud dari Mampang Prapatan, DKI Jakarta masih mempertahankan pekerjaannya sebagai bengkong karena menjaga amanat ayahnya agar tetap menjaga keistimewaan dan kelebihan tersebut yang telah dimiliki dia dan leluhurnya. Selain itu, dia merasa karena sampai saat ini masih ada warga Betawi yang masih memerlukan dan menggunakan jasanya sebagai bengkong.
Untuk melaksanakan pekerjaannya, bengkong memerlukan peralatan kerja yang terdiri atas tiga jenis, yakni:

Penjepit ujung
Alat tersebut berbentuk seperti sumpit, hanya ukurannya lebih pendek, lebih tipis, mengecil dan tumpul di salah satu ujungnya. Alat tersebut terbuat dari bahan bambu atau tulang. Ketika prosesi sunat berlangsung, alat tersebut dimasukkan ke dalam lubang penis pengantin sunat dengan kedalaman tertentu.

Penjepit jaga
Alat yang kedua, yakni penjepit jaga yang tampak seperti katapel. Bahan yang digunakan untuk membuat alat tersebut bisa dari bambu atau tulang. Pada bagian tengah penjepit jaga terdapat celah yang berfungsi untuk menjepit penis pengantin sunat pada jarak tertentu sebelum disunat.

Pisau
Pisau yang digunakan untuk menyunat tampak seperti pisau cukur. Pisau tersebut sangat tajam, dan biasanya akan diasah setelah dipakai sekitar 20 kali sunat. Pisau tersebut digunakan untuk memotong bagian tertentu pada alat kelamin pengantin sunat.

Selain peralatan kerja yang disebutkan tadi, bengkong juga menyediakan obat-obat untuk keperluan sunat yang terdiri atas:

  • Alkohol, yang digunakan untuk mensterilkan peralatan sunat, seperti pisau, penjepit ujung, dan penjepit jaga.
  • Betadin digunakan untuk mengobati luka pada alat kelamin pengantin sunat.
  • Nebasetin, yang berfungsi sebagai obat luar. Bentuknya berupa powder yang ditaburkan pada bagian penis yang disunat. Tujuan pemberian powder tersebut adalah untuk mengeringkan darah.
  • Transamin atau kalnek, berupa pil yang berfungsi sebagai obat dalam dengan cara diminum untuk mengeringkan luka dan menghilangkan rasa sakit.
  • Putih telur, digunakan jika pengantin sunat masih mengalami pendarahan setelah l0 menit lewat dari proses sunat. Putih telur dioleskan ke bagian luka sunat yang masih berdarah. Kegunaan putih telur adalah untuk menghentikan pendarahan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR