Peserta International Folk Dance Festival Kunjungi Rumah Topeng

0
762

Peserta IFDF 2016 Dari Thailand Foto Bersama Di Rumah Topeng
Peserta IFDF 2016 Dari Thailand Foto Bersama Di Rumah Topeng

Gianyar – Peserta International Folk Dance Festival 2016 pada Senin kemarin (10/10/2016) baru saja mengikuti kegiatan Cultural Visit di Rumah Topeng, Ubud, Bali. Cultural Visit (kunjungan kebudayaan) merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan World Culture Forum. Selain peserta dari International Folk Dance Festival, kegiatan ini juga diramaikan oleh peserta World Culture Forum yang lain.

Beragam pertunjukan kesenian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dipertunjukkan disini. Mulai dari seni tari hingga seni musik yang dibalut dengan sangat artistik dan menarik. Sebagai penyambutan, disuguhkan tarian Tor-Tor Marmeam-Meam yang dibawakan oleh anak-anak finalis Festival Tari Anak Nasional. Sebelum
menuju panggung terbuka yang ada di Rumah Topeng, para peserta diajak berkeliling untuk melihat koleksi-koleksi yang ada di Rumah Topeng.

Pada panggung terbuka, peserta kembali disuguhkan sajian seni tari dan seni musik. Belawan, salah satu band pembuka berhasil menghipnotis penonton dengan penampilannya. Dilanjutkan dengan tari-tarian lain yang juga tidak kalah mempesona. Mulai tarian dari Papua, tari tek-tok dari Bali hingga tari gandrung Banyuwangi.

img_8227
Salah Satu Penyanyi Dari Papua

Menjelang malam, peserta dijamu dengan makan malam yang didominasi oleh makanan khas Indonesia seperti sate, pecel, urap dan masih banyak lagi jenis lainnya. Usai makan malam, peserta kembali menyaksikan pertunjukan seni yang ada di panggung terbuka.

Diwawancarai di sela-sela kegiatan, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan bahwa tujuan utama dari World Culture Forum ini adalah untuk membangun komunikasi yang intens di tingkat global terkait dengan kebudayaan. “Kalau dimensi kebudayaan muncul dan cukup besar suaranya, kita juga berpikir bahwa akan memberikan pengaruh cukup besar pula pada geopolitik dan persoalan politik internasional lainnya. Target utama dari penyelenggaraan World Culture Forum ini bukan mendapat pengakuan dari yang lain, tapi mendapat dukungan dari para pelaku budaya yang terlibat dalam kegiatan kebudayaan selama ini” paparnya. (WN)