You are currently viewing Studi Konservasi Istana Al Mukaromah Kesultanan Sintang
Pengukuran Bagian Talang Air

Studi Konservasi Istana Al Mukaromah Kesultanan Sintang

Studi Konservasi Istana Al Mukaromah Kesultanan Kota Sintang

Hasil Kegiatan Studi Konservasi Istana Al Mukaromah Kesultanan Kota Sintang:

  1. Melakukan identifikasi dan observasi terhadap kerusakan yang terdapat pada bangunan keraton. Adapun kerusakannya yaitu kerusakan atap sirap, kerusakan plafond, kerusakan talang air, dan kerusakan tiang (keropos).
  2. Pendataan Struktur Bangunan Keraton bangunan (pondasi dan sloop) pada bagian tubuh bangunan (gelagar, lantai, rangka dinding, dinding, rangka jendela, dan jendela).
  3. Melakukan dokumentasi berupa foto pada seluruh bagian bangunan seperti atap, kaki/tiang bangunan, pembagian ruang, pintu, jendela, dan sebagainya.
  4. Melakukan penggambaran bangunan secara terukur.
  5. Kerusakan pada atap sirap berupa sirap yang pecah, renggang, dan patah sehingga mengalami kebocoran ketika hujan dan merembes ke plafond. Adapun ukuran sirap yaitu panjang antara 55 – 56 cm, lebar 8,5 – 09 cm dan tebal 0,3 cm. Kerusakan plafond berupa retak dan bercak-bercak berkas rembesan air hujan dari bocornya atap, yang merembes ke bagian dinding dan lantai bangunan. Kerusakan talang air yaitu berupa korosi karena bahan talang dan pipa dari seng yang menyebabkan patah. Selain karena korosi, terdapat beberapa bagian rumah yang tidak memiliki talang air.
  6. Penyebab kerusakan selain faktor cuaca/iklim juga dikarenakan faktor usia bangunan.
  7. Ketersedian bahan bangunan berupa atap sirap dari kayu belian di Kabupaten Sintang tidak ada sehingga perlu disediakan dari luar daerah.
  8. Membuat rancangan anggaran biaya perbaikan terhadap bangunan Keraton Sintang.
Pengukuran Bagian Istana

Leave a Reply