Bercerita dengan Relief yang ada Pada Candi

0
150

Salah satu komponen candi yang mencolok dan sering menjadi perhatian adalah relief. Relief adalah gambar yang dipahat di suatu media sehingga menjadi timbul. Relief dapat dilihat pada candi-candi yang tersebar di Indonesia. Pada relief, biasanya menggambarkan sosok manusia, hewan, tumbuhan, dan motif-motif lainnya. Relief terbagi menjadi dua jenis, yaitu relief cerita dan relief non cerita.

Relief cerita biasanya menggambarkan suatu cerita pada panil di dinding candi. Selain menjadi hiasan pada bangunan candi, relief cerita juga dibuat untuk menyampaikan pesan kebaikan atau ajaran-ajaran agama secara menarik. Selain cerita dengan tokoh utama manusia, relief juga menyajikan cerita dengan tokoh utama hewan. Cerita-cerita yang disajikan relief merupakan kisah-kisah yang berasal dari kitab-kitab sastra. Kisah yang menceritakan tentang seorang tokoh yang hebat, seperti kisah Ramayana.

Tentu kisah yang diceritakan pada relief agama Hindu dan Buddha berbeda. Kisahnya sesuai dengan yang ajaran yang diajarkan di masing-masing agama. Tokoh yang diceritakan pun sudah pasti berbeda. Kisah-kisah pada candi Buddha biasa menceritakan tentang kisah Siddharta Gautama dalam perjalanannya sebagai Buddha dan kisah-kisah hewan yang penuh dengan nilai budi luhur. Kisah pada candi Hindu menceritakan tentang kisah-kisah Mahabharata, Ramayana, dan lain sebagainya.

Beberapa candi Buddha yang memiliki relief cerita adalah candi Borobudur, candi Mendut dan candi Sojiwan. Kisah pada candi Buddha adalah kisah karmawibhangga, lalitavistara, jataka, avadana, gandavyuha, dan badracari. Kisah karmawibhangga menceritakan tentang hukum karma yang ada di dunia ini. Relief ini menggambarkan tentang manusia yang melakukan kejahatan di masa sekarang, maka ia akan mendapatkan balasan yang sama jahatnya di kehidupan selanjutnya. Dan sebaliknya, jika ia berbuat baik di kehidupan sekarang maka ia akan mendapat balasan kebaikan pula. Kisah lalitavistara menceritakan tentang kehidupan Siddharta Gautama sang Buddha dari ketika ia lahir hingga ia menjadi Buddha ketika sedang bermeditasi di bawah pohon Bodhi dan memberikan ajaran pertamanya di Taman Kijang. Kisah jataka menceritakan tentang kisah Siddharta ketika ia bereinkarnasi menjadi hewan ataupun manusia, dan memberikan contoh kebaikan di hidupnya. Kisah avadana serupa dengan kisah Jataka hanya saja tokoh yang diceritakan bernama Sudhanakumara.

Relief pada candi Mendut dan candi Sojiwan merupakan relief jataka. Kisah-kisah pada relief Jataka sering digambarkan dengan tokoh hewan yang memiliki nilai kebaikan di masing-masing ceritanya. Contoh kisah pada relief candi Mendut adalah kisah angsa dan kura-kura. Kisah angsa dan kura-kura digambarkan dengan seekor angsa yang sedang membawa kura-kura terbang dengan cara menggigit sebatang tangkai kayu. Relief ini menceritakan kisah seekor kura-kura yang hampir mati kekeringan di sebuah kolam. Kemudian ia meminta tolong kepada seekor angsa. Angsa ingin membantu kura-kura dengan satu syarat, kura-kura harus menggigit sebatang tangkai dan angsa akan menggenggam tangkai tersebut. Sang kura-kura tidak boleh membuka mulutnya untuk alasan apapun. Ketika angsa sedang terbang dari bawah terdengar suara yang mengejek mereka berdua. Kura-kura pun marah dan membuka mulutnya untuk berteriak. Seketika ia membuka mulutnya, kura-kura pun terjatuh dan akhirnya ia mati. Kisah ini mengajarkan untuk selalu menaati peraturan atau nanti kita akan mendapat kesusahan.

Salah satu kisah pada relief pada candi Sojiwan adalah kisah tentang banteng dan singa. Dahulu kala diceritakan banteng dan singa itu bersahabat amat dekat. Kemudian datanglah seseorang yang menjelekkan dan memfitnah mereka berdua. Percaya dengan omongan orang tersebut, akhirnya banteng dan singa ini bertengkar hingga akhirnya mereka berdua mati. Nilai yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah tidak boleh gampang mempercayai sesuatu, karena bisa jadi itu adalah suatu fitnah.

Selain kisah pada candi Buddha, candi Hindu pun memiliki kisah yang tak kalah hebatnya. Contohnya di kompleks Percandian Prambanan terdapat dua relief yang menceritakan sebuah epos yang melegenda, yaitu Ramayana dan kisah Krsnayana. Kisah Ramayana merupakan kisah cinta yang menceritakan kisah cinta Rama dan Sinta. Kisah Rama dan Sinta ini dapat dilihat pada candi Siwa dan candi Brahma. Sedangkan kisah Krsnayana dapat dilihat di candi Wisnu. Krsnayana menceritakan tentang kisah Krisna dan kakaknya Balarama yang dititipkan kepada Yasoda, karena mereka diincar oleh seorang raksasa bernama Kamsa. Hingga akhirnya Kamsa pun dapat dikalahkan oleh Krisna.

Relief menjadi salah satu komponen yang membuat candi terlihat lebih indah. Relief pada candi terbagi menjadi dua jenis, yaitu relief cerita dan relief non cerita. Adanya relief cerita ini digunakan untuk menyampaikan ajaran kebaikan dengan cara yang menarik. Kisah-kisah yang ada pada relief menceritakan tentang tokoh-tokoh yang ada pada kitab sastra atau kisah hewan. Kisah-kisah pada relief cerita ini menceritakan tentang kisah-kisah yang memberikan nilai kebaikan yang dapat kita pahami dan terapkan hingga sekarang.

Tulisan Oleh : Desfira Ramadhania Rousthesa (Mahasiswa Magang Sarjana Universitas Indonesia)

TINGGALKAN KOMENTAR