Megalitik Lore Lindu Menuju Warisan Dunia

0
1386
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Hilmar Farid memberikan sambutannya dalam pelaksanaan Focus Group Discussion Kawasan Megalitik Lore Lindu Menuju Warisan Dunia (BPCB Gorontalo, 2017)

Kebudayaan megalitik yang tersebar di Kawasan Lore Lindu, merupakan bukti otentik hasil kebudayaan proto Austronesia yang tidak dapat diperbaharui apabila mengalami kerusakan atau pun kemusnahan. Maka melalui Focus Group Discussion yang dilaksanakan Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo tanggal 23-24 September 2017 bertempat di Hotel Grand Duta Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan melibatkan berbagai stakeholder, mengharapkan akan menghasilkan sebuah rancangan sistem pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Lore Lindu. Hal ini merupakan upaya prioritas pelestarian potensi situs yang berada di Sulawesi Tengah.

Lore Lindu merupakan salah satu wilayah yang masuk Kawasan Taman Nasional yang memiliki luas 217.991,18 ha dan berada di 2 Kabupaten yakni Kabupaten Poso dan Sigi, Sulawesi Tengah. Potensi cagar budaya megalit yang telah terhimpun dalam data Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo di Kepalai oleh Drs. Zakaria Kasimin, sebanyak 67 situs terdiri dari 28 situs di Lembah Bada, 23 situs di Lembah Behoa, 9 situs di Lembah Napu dan 7 situs di Danau Lindu.

Dr. Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya berharap adanya komitmen pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk melestarikan Kawasan Megalitik Lore Lindu sekaligus mewujudkan Lore Lindu sebagai pusat laboratorium ilmu pengetahuan dan kebudayaan khusus cagar budaya megalitik di Sulawesi Tengah.