You are currently viewing Nisan Koleksi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Nisan koleksi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama

Nisan Koleksi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama

Nisan merupakan batu tanda kubur, yang biasanya disertai dengan inskripsi yang umumnya memuat informasi waktu. Nisan sangat umum dijumpai pada setiap makam, baik pada makam orang yang beragama Islam, Kristen, ataupun pada makam-makam orang yang beragama lainnya. Sebagai suatu benda peninggalan arkeologi, tanda batu kubur tersebut masuk dalam golongan fitur. Nisan sebagai suatu fitur dapat dimasukkan dalam kelompok constructed features karena dimaksudkan sebagai tanda atau peringatan kepada orang yang meninggal dan sengaja dibuat. Pada nisan-nisan kuno mencakup tiga dimensi arkeologi, antara lain sebagai berikut:

  1. ruang (space), dengan asumsi nisan pada makam tidak dapat dipindahkan jauh dari tempat aslinya dibangun;
  2. waktu (time), sejauh makam-makam itu mengandung keterangan tentang pertanggalan;
  3. bentuk (form), bila ada pola-pola hiasan yang cukup kompleks sehingga variasi-variasinya dapat dengan mudah dikenali.

Nisan-nisan yang menjadi koleksi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama (MSKBL) antara lain sebagai berikut:

1) Nisan Belanda, yakni nisan yang pada permukaan batunya tertera identitas nama orang Belanda. Pada bagian permukaan, tercantum inskripsi berhuruf latin berbahasa Belanda. Nisan tersebut ada yang dipamerkan di ruang pamer MSKBL adapula yang disimpan dalam ruang storage koleksi.

2) Nisan Islam, pada batu nisan Islam biasanya ada inskripsi berhuruf arab. Akan tetapi beberapa batu nisan Islam koleksi MSKBL ada yang inskripsinya sudah hilang atau mungkin memang tanpa inskripsi, karena hanya dipakai sebagai tanda kubur saja.

3). Nisan Cina, pada batu nisan cina terdapat inskripsi huruf-huruf Cina.

 

 

Sumber: Laporan Kajian Batu Nisan Cina Koleksi MSKBL, 2017