Ragam Hias Rumah Adat Kampung Wana di Lampung Timur

You are currently viewing Ragam Hias Rumah Adat Kampung Wana di Lampung Timur

Ragam Hias Rumah Adat Kampung Wana di Lampung Timur

Ragam Hias Rumah Adat Kampung Wana di Lampung Timur

oleh
Ani Rostiyati
(BPNB Jabar)

Setiap suku bangsa memiliki bentuk arsitektur rumah sendiri dan selalu berhubungan dengan kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut, adat istiadat, iklim, mata pencaharian, dan kondisi alam setempat. Demikian pula rumah adat di Kampung Wana Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, memiliki bangunan arsitektur tersendiri terutama pada ragam hiasnya.

Motif pada ragam hias rumah adat Kampung Wana menggunakan unsur flora, fauna, geometris, kaligrafi dan alam. Rumah adat Kampung Wana berbentuk rumah panggung yang bangunannya memiliki ragam hias mulai dari akhei atau tiang penyangga, hiasan pada listplang, langit-langit rumah, pagar beranda, bagian atas jendela dan daun pintu. Ragam hias ini bukan tempelan melainkan langsung dipahatkan atau diukir pada bendanya. Motif pada ragam hias mengandung makna filosofis mendalam yang berhubungan dengan keselamatan, kesucian, sumber kehidupan, kekuatan, ketenangan, kebahagiaan, dan keindahan.

Motif flora dalam ragam hias, seperti bentuk bunga melati, bunga melur, malai pinang dan tanaman jagung mengandung makna keindahan dan bau harum agar rumah tersebut enak dipandang dan mendatangkan ketenangan. Tanaman jagung mengandung makna yang berguna dalam kehidupan manusia sebagai bahan makanan.


Motif Flora di Rumah Tradisional Kampung Wana
(Sumber Foto: Dokumentasi BPNB Jabar)

Adapun penggunaan motif binatang sangat sedikit ini mungkin karena masyarakat Kampung Wana yang mayoritas beragama Islam melarang motif binatang untuk digunakan dalam ragam hiasnya. Hanya menggunakan bagian dari tubuh binatang seperti tanduk Kijang atau Menjangan yang sudah dikeringkan lalu dipasang di dinding sebagai gantungan kunci rumah, pakaian, topi, kopiah, dan peci. Tanduk kerbau memiliki makna kebanggaan dan keagungan.


Hiasan Tanduk di Rumah Tradisional Kampung Wana
(Sumber Foto: Dokumentasi BPNB Jabar)

Motif lain dalam ragam hias rumah adat Kampung Wana adalah perahu yang menunjukan ujung perahu seperti tanduk, diartikan sebagai ujung dunia. Ujung dunia diartikan bahwa kehidupan dunia ini ada pasang surut, kadang di atas kadang di bawah maka manusia harus berjuang dengan tabah dan tawakal. Sedangkan motif alam yang digunakan adalah matahari dengan bentuk setengah lingkaran, mengandung makna sebagai pemberi terang dan sumber kehidupan manusia di muka bumi. Motif lain adalah menggunakan kaligrafi ayat-ayat suci AlQuran. Semua ragam hias arsitektur tradisional rumah adat di Kampung Wana Lampung Timur, mengandung makna mendalam yaitu harmonisasi antara manusia dengan alam.