You are currently viewing Serat Yusuf dan Naskah Nagarakertagama, Perwakilan ‘Suara’ di Pameran KKI 2018

Serat Yusuf dan Naskah Nagarakertagama, Perwakilan ‘Suara’ di Pameran KKI 2018

Jakarta –  Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 tidak hanya menampilkan kegiatan seperti debat publik, pidato kebudayaan, kuliah umum, seni mural dan pertujukkan musik, namun juga menyisipkan cerita-cerita sejarah yang perlu ditengok kembali. Diantaranya ialah Serat Yusuf dan Naskah Nagarakertagama yang hadir di pameran Suara Suara Bahasa: Pameran Manuskrip, Bahasa dan Tradisi Lisan.

Naskah Nagarakertagama atau kerap dikenal dengan Desawarnana ditulis oleh Mpu Prapanca  pada 1365 M. Naskah ini berisikan silsilah raja-raja Majapahit, Candi Makam Raja, keadaan kota hingga upacara-upacara kerajaan yang tertulis di atas daun lontar. Di sisi lain, hadir pula manuskrip kuno Serat Yusuf, yang berisikan tentang perjalanan Nabi Yusuf dari masa kecilnya hingga dewasa.

   

Selain dua naskah tersebut, pameran Suara Suara Bahasa sengaja menggabungkan aspek suara sebagai medua utama pameran. Pengunjung disediakan alat pendengar khusus untuk langsung mendengarkan rekaman-rekaman sejarah. Yang menarik terdapat nyanyian “Tukang Sayur” oleh Benyamin S, yang menyimpan berbagai bentuk nada yang digunakan pedagang tradisional sampai tahun 80-an di kampung-kampung Jakarta, hingga syair-syair dan puisi modern.

Pameran yang berlokasi di lobi Gedung A, Kemdikbud , ini hadir hingga 9 Desember 2018 dan dibuka pukul 09.00 sampai 18.00 WIB.

Tinggalkan Balasan