Kajian Observasi Penilaian Resiko Bangunan Cagar Budaya dan Koleksi

0
953

 

kajianPada tanggal 08 – 12 Juni 2015, bidang perawatan dan pengawertan museum nasional

mengadakan workshop dengan judul “kajian observasi penilaian resiko bangunan cagar budaya dan

koleksi di Museum Nasional Indonesia”. Workshop yang diadakan di Museum Nasional ini menghadirkan

José Luiz Pedersoli Júnior, M.Sc (Konservator independen, Brazil); Farideh Fekrsanati (Konservator,

National Museum of Worldcultures – Leiden); Drs. Soeroso MP, M.Hum (Tim Penetapan Cagar Budaya) ;

dan Dr. Supratikno Rahardjo, M.Hum (Arkeolog Universitas Indonesia) sebagai narasumber.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bekal untuk staf MNI agar siap menghadapi resiko-resiko yang mungkin terjadi pada koleksi selama berada di ruang pamer, ruang simpan dan saat terjadi perpindahan. Penilaian dan Manajemen Resiko yang dilakukan mengikuti ISO 31000:2009 yang telah di adaptasi untuk cagar budaya dan koleksi oleh ICCROM,Canadian Conservation Institute dan RCE, lembaga heritage Belanda. Metodologi yang dilakukan menggunakan material pengajaran (didactic materials) dari ICCROM dan program CollAsia, yang merupakan program ICCROM untuk Asia Tenggara, yang mendapat dana dari CHA Korea. Dengan demikian, kegiatan ini mendapat dukungan dari CollAsia, dengan mengirimkan 5 perwakilan peserta dari Malaysia, Kamboja dan Filipina

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai resiko yang ada sehingga

peserta mampu mengetahui, menganalisis, dan mengatasi faktor-faktor penyebab kerusakan koleksi di

museum, khususnya pada saat pemindahan koleksi.

 

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan materi yang mendalam mengenai pengertian dan pengelolaan benda cagar budaya;

pengertian manajemen resiko; serta langkah-langkah manajemen resiko, mulai dari menetapkan

konteks, mengidentifikasi resiko, menganalisis resiko, mengevaluasi resiko, sampai dengan penanganan

resiko. Setelah itu peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan diajak secara aktif untuk berdiskusi dan

berlatih menerapkan teori pada berbagai skenario yang berbeda dalam 3 studi kasus pada koleksi

Museum Nasional. Di akhir hari, masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi

kelompok untuk dapat didiskusikan lebih jauh dengan kelompok lainnya. Presentasi tersebut juga

dimaksudkan agar para peserta mampu mengkomunikasikan hasil analisa dengan baik, sehingga dapat

memberikan gambaran yang jelas dan masukan kepada pengambil keputusan.

Setelah diadakan secara intensif selama 4 hari, Workshop ditutup pada hari Jum’at 12 Juni 2015

dengan keluaran berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kepala Museum Nasional

Indonesia. Setelah workshop ditutup, acara dilanjutkan dengan ceramah ilmiah yang disampaikan oleh

José Luiz Pedersoli Júnior, M.Sc dan Farideh Fekrsanati. Ceramah ilmiah tersebut masih bertemakan

manajemen resiko, namun bersifat lebih umum dan dihadiri oleh perwakilan dari museum-museum di

seluruh Indonesia.//Kontributor :Kara