STOVIA : Pendidikan Dalam Ilmu Tanaman

0
1393

Dr. d. De Visser Smits

Pendidikan dalam ilmu tanaman selama 75 tahun yang telah kita tinggalkan mengalami sangat banyak perubahan, yang disebabkan sebagian oleh tingkat pendidikan yang ada pada umumnya di STOVIA, sebagian lagi karena tuntutan yang bisa dan harus diajukan oleh guru. Untuk menampilkan perkembangan sejarahnya, ada kemungkinan untuk menuntut ruang yang terlalu banyak. Karena kini kita juga berada dalam masa peralihan, suatu tinjauan global di bawah ini tentang mata pelajaran ini seperti yang diberikan pada tahun-tahun terakhir tampaknya sudah memadai.

Hingga saat ini, tiga kelas persiapan dibuka di STOVIA; baru ketika hasilnya menguntungkan, tahun tahun pendidikan medis yang lebih khusus dimulai. Hanya tahun ajaran 1926-1927 yang memisahkan kita dari periode baru mendatang, di samping tanpa bagian persiapan, tetapi mungkin dengan sebuah kelas penghubung. Apa yang dibahas tahun-tahun belakangan ini dalam tiga tahun persiapan diikuti tigatahun kedokteran pertama?

Bagian persiapan pertama dicurahkan untuk membahas morfologi. Karena flora tropis menunjukkan keragaman morfologi luar biasa. Dari situ pilihan harus ditentukan untuk mencoba mengumpulkan tinjauan dalam bagian-bagian terpenting dari tema ini. Berbagai gejala, sejauh mungkin bisa ditunjukkan pada benda hidup. Selain itu lebih daripada hanya sekedar contoh. Di sana-sini pembicaraan sangat dangkal dibahas pada pembahasan gejala morfologi yang terkait dengan gejala – gejala fisiologi dan biologi, khususnya dalam membahas sistem akar yang merujuk pada makanan, di samping xero, meso dan halopita. Dalam pembahasan tentang daun atas asimilasi, tidak dilupakan juga penguapan dan pernafasan, tangkai pada tanaman menjalar dan sulur, epifit, juga parasite dan simbiosa.

Pada akhir pelajaran, dituntut tidak hanya sekadar memiliki suatu tinjauan umum tentang materi yang dibahas, tetapi juga mengetahui sebagian besar tanaman yang muncul. Tidak lagi tampak bahwa atas hasil salah satu praktikum botani khususnya pohon asam, tidak bisa dipisahkan dari pohon johar dan kenari.

Ruang belajar Botani 1926. Guru Dr. AR Schouten: Siswa tahun I KedokteranRuang belajar Botani 1926. Guru Dr. AR Schouten: Siswa tahun I Kedokteran

Dalam bagian persiapan kedua, hal-hal yang tidak mempunyai morfologi dilengkapi, yakni pertumbuhan bunga dan cara pertumbuhan, termasuk gejala-gejala pembuahan dan penyerbukan, yang diikuti dengan tinjauan global tentang buah. Di sini baru menyusul pembagian umumkekayaan flora dengan pembahasan khusus dan jika mungkin tentang monokotil utama. Pada bagian persiapan ketiga, pengamatan dilakukan pada berbagai kelompok dikotil.

Dalam pembahasan sistematis atas monokotil pada bagian persiapan kedua dan dikotil pada bagian persiapan ketiga, pilihan didasarkan atas dua kelompok. Di sini prioritas diberikan pada bahan hidup daripada bahan mati; selain pada contoh botani khusus, terutama harus diperhatikan daya sembuh dan racun. Selanjutnya dalam pertanian dan dalam kehidupan sehari-hari digunakan tanaman yang sangat umum. Jika masih ada waktu tersisa, waktu ini dicurahkan pada gimnosperma.

Hanya pada tiga tahun pertama bagian kedokteran ilmu tanaman diberikan, dan pada bagian pertama dan kedua baik teori maupun praktek, sementara pada bagian ketiga hanya teori. Mengenai pelajaran teori, pada tahun-tahun terakhir dibahas sebagai berikut: Pada bagian kedokteran pertama, anatomi seluruhnya dibicarkan. Pada tingkat ini dibahas kembali tetapi lebih lengkap, gejala-gejala fisiologi seperti osmose, turgor, plasmolise, pengumpulan dan pengangkutan makanan, disimilasi dan asimilasi, parasite dan saprofit, dan sebagainya. Menjelang akhir tahun pelajaran, dilakukan pengamatan pada proses pembagian sel, diikuti dengan beberapa gejala dari pelajaran hibrida dan, yakni hukum Mendel.

Bagian kedokteran kedua dibahas tentang kriptogame, tetapi hanya melengkapi apa yang tidak ada dalam pembahasan gimnosperma dan dikotil. Juga kini di samping botani, juga tanaman beracun dan tanaman obat dipilih sebagai contoh.

Sejak dahulu pada program bagian kedokteran ketiga diajarkan Kapita Selekta. Selama bertahun-tahun, perhatian dicurahkan pada pelajaran tanaman beracun. Jadi sekarang ini sebagai bagian lebih kecil atau lebih besar dari persoalan khusus ini dibahas, disesuaikan dengan program awal yakni Kapita Selekta; di sini literatur singkat dibahas. Pengamatan dilakukan dalam melihat gejala pertukaran keturunan.

Praktikum di ruang yang sama diadakan seperti pada pelajaran teori. Ini merupakan ruang yang sangat luas dan tinggi sehingga sinar bisa masuk dari tiga sisi; masing-masing sisi ini memiliki empat jendela lebar dan tinggi; Dari setiap jendela ini ada meja mikroskop yang berwarna gelap diperuntukkan untuk dua orang yang melakukan percobaan. Pada setiap praktikum, hanya maksimal 24 murid yang ikut terlibat, karena yang lain tidak bisa mendapatkan tempat pada pejaran itu dan juga guru tidak mungkin bisa membantu satu per satu dengan baik bila jumlah muridnya banyak.

Bagi guru, praktikum dari bagian kedokteran pertama bertumpu pada pelajaran yang sama seperti di Universitas Amsterdam. Setelah pedoman paling dasar telah dibuat, seluruh pelajaran anatomi selesai. Selama bertahun-tahun dipilih sejumlah contoh yang paling cocok. Di sini tidak bisa berpegang teguh pada hal-hal yang lebih umum; bila memungkinkan meneliti turgor dan plasmolise. Dalam membahas semuanya itu ditunjukkan bahwa unsur dari tanaman pakis haji dan penawar jambu yang juga dikenal sebagai pakis sutra dan pada ilmu kedokteran lama disebut piliciboti, digunakan sebagai sarana untuk membekukan darah. Sementara darah dalam waktu 20 menit bisa menggumpal, jamur bisa tumbuh dalam 10 ½ menit, tetapi pemekarannya memerlukan waktu 9 menit, sedangkan Penawar jambe bisa melakukannya hanya dalam dua menit. Dalam praktikum para murid terbukti bahwa buluh pakis haji yang direndam dalam air tidak menunjukkan kenaikan volume, buluhnya yang berwarna kuning keemasan dari penawar jambe terbukti naik volumenya sampai 50-200% ketika direndam dalam air selama 1-5 menit. Kadang-kadang terbukti bahwa waktu yang diperlukan hanya sebentar sebelum kenaikan volume maksimal tercapai.

Semua preparat dibuat oleh mereka yang berpraktikum; untuk ini hanya pisau cukur yang perlu digunakan; yang sangat penting adalah penerapan mikrotom. Semua Preparat diberi gambar. Menjelang akhir pelajaran beberapa mikroreagen umum juga diperkenalkan. Pada praktikum bagian kedokteran kedua, bahan yang sebagian dibahas di bagian pertama diperluas. Juga di sini pendidikan terbatas pada anatomi murni. Dalam penanganan kayu sekunder, para murid juga jelas membuktikan jenis kasia dan hibiscus yang sangat mirip dengan tanaman yang masih berkerabat, terdapat sedikit perbedaan dalam struktur anatomi umum. Yang lebih besar adalah perbedaan dalam kelompok lebih kecil yang masih saling berkerabat. Gejala serupa juga dibuktikan oleh para murid pada tunas akar, yakni jenis costus dan alpinia. Ukuran perkembangan berbagai tenun mekanis diselidiki pada contoh berbagai cara pertumbuhan, khususnya tangkai spinife littorea, tangkai tanaman sulur dan menjalar. Benih yang masak dari kecubung setelah pengolahan tertentu dibuat halus, bisa digunakan untuk tujuan negatif. Anatomi tanaman ini maupun benih yang telah diolah tidak bisa saling disamakan. Sejauh mungkin suatu perluasan diberikan pada penerapan mikroreagensia dan diketahui dengan penggunaan tanda-tanda cermin dan prisma.

Praktikum Botani 1926: Guru Dr. AR Schouten Siswa tahun I Kedokteran

Tidak hanya dalam teori tetapi juga dalam pelajaran praktik sejauh mungkin dimanfaatkan bahan hidup. Bagi sebagian besar, ini diambil dari alam, hanya sebagian kecil yang bisa dikumpulkan dari Hortus. Hortus ini masih berada pada tahap awal; Dibutuhkan lebih banyak ruangan dan tenaga kebun terdidik. Kini ada beberapa tanaman obat terkenal dalam ilmu kesehatan rakyat yang dikembangkan, di samping beberapa tanaman beracun. Bagi sebuah lembaga seperti STOVIA, bahan ini harus ditambah menjadi kebun botani medis khusus. Tanaman obat yang terkenal dalam ilmu kesehatan rakyat di negara-negara dataran rendah, pasti bisa berkembang di sini. Hal itu sangat diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tidak hanya atas daya penyembuhannya, tetapi juga sebagai contoh hidup baik atas pelajaran teori maupun praktik dari para dokter. Pembiakan beberapa tanaman yang disebutkan dalam farmacope Belanda ini bisa berhasil. Dari situ terbukti bahwa Datura Tatula menaburkan benihnya. Sayang sekali contoh lain yang belum tumbuh dari Chelidonium majus dan Taraxacum telah kehilangan kesempatan karena kunjungan yang sangat tidak diinginkan pada saat yang tidak tepat. Hasil dari kurang lebih 20 jenis yang disebutkan di atas benihnya langsung dibawa dari Belanda, setidaknya memberikan harapan bahwa pada arah ini ada kemungkinan untuk bisa mencapai sesuatu dengan usaha baru.

Dalam penjelasan di atas, kondisi dalam ilmu tanaman bisa digambarkan seperti pelajaran yang diberikan dalam bidang ini pada tahun-tahun belakangan dan pada akhir pelajaran dari masa peralihan bisa diberikan. Berbagai praktikum, juga dari botani, sangat cocok untuk melatih mereka belajar memantau, menampi dan mengelompokkan fakta; dengan ini sejauh mungkin mereka bisa bekerja sendiri. Kata semboyannya :”kerjakan sendiri”. Semoga praktikum botani bisa berkembang ke arah ini.

Juga diharapkan suatu fisiologi dasar yang mereka lakukan bisa lebih maju. Pada praktikum fisiologi dasar ini dibahas hal-hal berikut ini: Pengecambahan benih: perbandingan perkembangan tanaman dari berbagai tanaman air; lekukan geotropis dan fototropis pada akar dan tangkai; sifat kaku dan gejala-gejala gerakan, pernafasan, tekanan akar dan sebagainya.

Percobaan fisiologi ini harus disertai dengan penelitian anatomi, kini dengan lebih banyak menggunakan mikroreagensia dan sarana bantu lain seperti cermin gambar, jika mungkin juga mikrotom. Tergantung pada hasil yang dicapai, pelaksana praktikum pada akhir pelajaran bisa mendapatkan wawasan untuk membahas persoalan sitologi.