Komitmen Pemulihan Sektor Kebudayaan dalam Pertemuan Pejabat Tinggi G20 Kebudayaan

0
170

Borobudur, Magelang – Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting/SoM) G20 bidang Kebudayaan telah selesai diselenggarakan di Borobudur, Jawa Tengah pada hari Senin (12/9). Dalam pertemuan ini, Indonesia mengajak dunia untuk bergotong royong dalam mendorong penerapan praktik hidup berkelanjutan, serta mengeksplorasi dukungan bagi pelaku budaya yang terdampak pandemi melalui inisiatif Dana Global untuk Pemulihan Seni dan Budaya (Global Arts and Culture Recovery Fund/GACRF).

Negara-negara peserta G20 bidang kebudayaan mengapresiasi langkah Indonesia dalam menginisiasi semangat pelibatan jalur kebudayaan untuk hidup berkelanjutan. Salah satu apresiasi disampaikan oleh delegasi Jerman, Christian Groni, Head of Division International Cooperation on Cultural Affairs, Office of the Minister of State for Culture and the Media. “Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada ketua presidensi G20 di bidang kebudayaan karena telah membawa inisiatif kebudayaan, yang dimulai oleh Arab Saudi dan Italia, dalam mengembangkan tren budaya dalam presidensi G20,” ucap Christian.

Sementara itu, Delegasi dari Prancis, Stéphane Dovert, Counselor for Cooperation and Cultural Action, French Embassy in Indonesia mengingatkan bahwa proses pemulihan paska pandemi menjadi tantangan bagi masyarakat serta menyerukan perlunya aksi nyata bersama yang melibatkan jalur budaya dalam mencapai dunia yang lebih berkelanjutan dengan aspek keberagaman, kesetaraan, dan akses bagi semua orang kepada budaya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek selaku Koordinator Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi bidang Kebudayaan G20, Hilmar Farid mengapresiasi masukan, kontribusi, dan kerja sama para delegasi pada pertemuan terakhir ini. “Saya juga berterima kasih atas komitmen dalam menjaga semangat solidaritas untuk mencapai tujuan presidensi tahun ini, yaitu untuk pulih bersama, secara khusus di bidang kebudayaan,” ucap Hilmar.

Sebagai tindak lanjut capaian hasil kerja pada pertemuan SOM yang terakhir, Hilmar mengharapkan terciptanya kebijakan yang akan mendorong realisasi pembangunan  yang mendorong kemajuan kebudayaan, kehidupan sosial, serta lingkungan. 

Pertemuan G20 Kebudayaan

“Dalam pertemuan ini, kami percaya bahwa kebijakan berbasis budaya adalah kunci untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan dengan manfaat yang nyata. Tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang sosial dan lingkungan. Dengan kerja sama ini, kami juga berharap sektor seni dan budaya global dapat pulih lebih cepat dan dengan demikian melanjutkan peran utamanya dalam memajukan agenda pembangunan berkelanjutan,” jelas Hilmar.

Selanjutnya, komitmen negara G20 untuk memulihkan sektor seni dan kebudayaan dunia yang dituangkan dalam Chair’s Summary ini akan disampaikan  pada Pertemuan Tingkat Menteri bidang Kebudayaan negara G20 pada hari Selasa (13/9).

Artikel SebelumnyaSulawesi Tengah Memenangkan Lomba Cerdas Cermat Museum 2022
Artikel BerikutnyaOrkestra G20 Simbolkan Keberagaman dan Keharmonisan