Seminar Media Massa dan Warissan Budaya (3)

0
624

Seminar berlangsung pada tanggal 1 Februari 2018 yang dimoderatori oleh Bapak Muasri, Kepala Taman Budaya Padang, Sumatera Barat, dimana Paparan ketiga dilakukan oleh Pak Kennedy Nurhan dengan tema “Peran Warisan Budaya dalam Literasi Budaya”.

Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI, ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibukota provinsi se-Indonesia. Dalam Keppres disebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya akan memberikan bentuk pendukungan sebagai bagian dari Penyelenggaraan Even Diplomasi Budaya antar Daerah. Bentuk dukungan berupa seminar Kearifan Lokal dan Nilai Budaya, Sosialisi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, dan Pameran Kearifan Lokal sebagai Warisan Budaya.

Dalam paparannya seminar (01/02/2018), Pak Kennedy Nurhan menjabarkan enam Jenis Literasi Dasar (World Economic Forum 2015) yaitu: (1) Literasi baca-tulis yaitu kemampuan memahami isi teks tertulis & kemampuan menuangkan gagasan dan ide dalam tulisan utk berpartisiasi di lingkungan social. (2) Literasi numerasi yaitu kecakapan menggunakan dan menganalisis angka dan symbol dalam berbagai bentuk untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam berbagai konteks. (3) Literasi sains yaitu kecakapan memahami fenomena alam dan sosial di sekitar kita. (4) Literasi finansial, yaitu kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep, risiko, keterampilan, dan motivasi dlm konteks finansial. (5) Literasi digital yaitu kecakapan menggunakan media digital dgn beretika dan bertanggung jawab, dan (6) Literasi budaya (dan kewargaan) kemampuan dlm memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa.

Pak Kennedy Nurhan menjelaskan tentang aspek penting literasi yaitu keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, adat dan kebiasaan, serta agama dan kepercayaan, serta Pengaruh (budaya) global serta kemajuan teknologi informasi dengan budaya digital-nya. Sedangkan penyikapan yang dibutuhan adalah kemampuan dalam memahami keberagaman, menerima perbedaan sebagai sesuatu yang niscaya dan kemampuan beradaptasi.

Warisan Budaya dan Literasi Budaya:

Pada tingkat dasar, pintu masuk literasi budaya adalah melalui budaya literasi, sementara pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi adalah penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Di antaranya melalui: pengenalan aneka karya budaya sebagai warisan budaya bangsa lewat bahan-bahan bacaan, mengidentifikasi jenis-jenis karya budaya bangsa, menyaksikan pertunjukan-pertunjukan seni tradisi, dan kunjungan ke museum dan atau situs-situs sejarah peradaban. Pada tingkat lanjut, pintu masuk untuk menginternalisasi dan mengembangkan literasi budaya dapat dilakukan, antara lain, melalui: memperkuat kajian-kajian kebudayaan, menggelar semacam festival-festival budaya tradisi dalam berbagai bentuk dan di berbagai daerah, pemeliharaan, penguatan, dan pendampingan, melakukan revitalisasi dan pendampingan terhadap para pelaku tradisi, dan mengalih-wacanakan warisan budaya/tradisi (kelisanan) ke bentuk tertulis (keberaksaraan): proses alih wacana dari lisan ke tulisan.

Modal dasar yang diperlukan: Kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur pokok suatu karya  budaya, Kemampuan mengungkapkan gagasan, pengalaman, dan pengamatan, Kemampuan menganalisis dan menemukan makna dan Kemampuan menuangkannya  ke dalam bentuk teks/wacana