Pedoman Diplomasi Budaya

0
10389

Diplomasi kebudayaan dapat diartikan sebagai usaha suatu Negara untuk memperjuangkan kepentingan nasionalnya melalui dimensi kebudayaan, baik secara mikro seperti
pendidikan, ilmu pengetahuan, olah raga, dan kesenian, ataupun secara makro sesuai dengan ciri–ciri khas utama, misalnya propaganda dan lain–lain, yang dalam pengertian konvensional dapat dianggap sebagai bukan politik, ekonomi, ataupun militer.

Tujuan utama dari diplomasi kebudayaan adalah untuk mempengaruhi pendapat umum (masyarakat Negara lain) guna mendukung suatu kebijaksanaan politik luar negeri tertentu. Pola umum yang biasanya terjadi dalam hubungan diplomasi kebudayaan adalah antara masyarakat (suatu negara tertentu) dan masyarakat lain (negara lain). Sarana diplomasi kebudayaan adalah segala macam alat komunikasi, baik media elektronik maupun cetak, yang dianggap dapat menyampaikan isi atau misi politik luar negeri tertentu, termasuk di dalamnya sarana diplomatik maupun militer.

Dapat disimpulkan, Diplomasi Budaya adalah upaya dinamis yang dilakukan dengan menggunakan konten budaya untuk kepentingan persatuan, kesatuan bangsa, dan pengakuan serta penghormatan luar negeri melalui kerjasama dan pertukaran budaya. Sehingga dengan demikian, setiap orang demi kepentingan bangsanya berkewajiban melaksanakan Diplomasi Budaya untuk meningkatkan persatuan, kesatuan bangsa, dan kesejahteraan rakyat; dan citra budaya Indonesia di masyarakat internasional.

Buku Pedoman Diplomasi Budaya ini dimaksudkan untuk menjadi dasar dan bahan acuan penyelenggaraan diplomasi budaya di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Semoga buku ini bermanfaat bagi kalangan yang disasar.