Latar Belakang Pendirian CHEADSEA sebagai Category 2 Center UNESCO

0
979

Indonesia mengalami perubahan paling banyak akibat perubahan iklim pada masa Pleistosen, yaitu saat es mencair, ketinggian permukaan air laut meningkat, perubahan iklim ekstrim terjadi di Asia Tenggara, kemudian Asia Tenggara menjadi kepulauan besar, iklim monsoon muncul, dan itu secara dramatis terjadi di Indonesia (Kepulauan Nusantara). Selain itu, di Indonesia terdapat situs manusia purba yaitu di Sangiran, di Malaysia juga ada yaitu di Lembah Lenggong (Lenggong Valley). Belum ditemukannya hubungan (missing-link) antara fosil hominid antara Afrika dan Asia Tenggara, sehingga muncul pertanyaan bagaimana manusia purba di Afrika bisa sampai di sini (Asia Tenggara). Karena itu, muncul gagasan tentang kenapa kita tidak berusaha menemukan jawaban tentang itu? Persebaran manusia awal dari Afrika dapat saja dipresentasikan di Indonesia. Ada kemungkinan kita punya spesies hominid lain, yaitu diversifikasi Hominid di luar Afrika.

Masih banyak celah pertanyaan tentang evolusi manusia purba, adaptasi dan penyebarannya di masa Plestosen ini kemudian dirumuskan ke dalam Scope of Inquiries CHEADSEA, yaitu:

  1. Hubungan antara perubahan iklim terhadap evolusi manusia, adaptasi-adaptasinya dan penyebaran-penyebarannya.
  2. Perubahan iklim selama Kala Geologi Pleistosen dan selama masa transisi dari Kala Pleistosen menuju Kala Holosen.

a. Kenaikan permukaan air laut

b. Penggolongan tempat kediaman/habitat

c. Pola-pola pemukiman

3. Analisis perbandingan fosil manusia purba Homo erectus, Homo floresiensis dan Homo sapiens masa awal

4. Kajian genetik DNA manusia purba Homo erectus, Homo floresiensi dan Homo sapiens masa awal

5. Analisis kumpulan arteak, yang berimbas pada:

a. Pengambilan sumber (Resource extraction)

b. Evolusi (perkembangan) otak

6. Biogeografi

a. Keanekaragaman hayati pulau: adaptasi, migrasi dan isolasi di sepanjang garis Wallace

b. Pertemuan benua pada masa awal penghunian manusia

7. Peran manusia dalam perubahan lingkungan (dan dampaknya pada flora dan fauna)

8. Peran manusia terhadap kepunahan fauna berukuran sangat besar (megafauna)

9. Lapisan endapan sisa-sisa manusia purba dan hubungannya dengan penggunaan lahan dan pola-pola pemukiman

10. Rekonstruksi (perekaan kembali) lingkungan purba (tempat tinggal) manusia.

dsc_0128CHEADSEA merupakan institusi interdisiplin ilmu, sehingga diperlukan kerjasama dengan mitra dalam dan luar negeri dari bidang ilmu yang beragam untuk bisa menjawab Scope of Inquiries CHEADSEA tersebut di atas. Kerjasama antara mitra dalam dan luar negeri ini terkait pengembangan metode baru penelitian dan konservasi; pelatihan dan pengembangan kapasitas sumberdaya manusia; kerjasama penelitian terkait Scope of Inquiries CHEADSEA, serta penyebaran informasi (komunikasi). Oleh karena itu, para mitra dalam negeri dan luar negeri diharapkan bisa memberikan informasi mengenai program apa saja yang dimiliki/sedang dijalankan/direncanakan di masa mendatang, yang bisa diselaraskan dengan CHEADSEA.

TINGGALKAN KOMENTAR