Tingkat Kesesuaian Peran Wisata Kawasan Sangiran Sebagai Wisata Cagar Budaya Berdasarkan Komponennya

0
797
Tembang Gejok Lesung

Abstrak

Kawasan Sangiran adalah kawasan cagar budaya yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia budaya dengan nama Sangiran The Early Man Site (1996). Pengembangan Sangiran sebagai cagar budaya melihat pada nilai penting yang terkandung di dalamnya, yaitu pemanfaatan cagar budaya untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pariwisata. Peran ini diharapkan berjalan agar informasi sejarah dapat tersampaikan kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk wisata. Penelitian tentang kesesuaian peran wisata Kawasan Sangiran sebagai wisata cagar budaya dilakukan pada keempat klaster Museum Sangiran, yaitu klaster Krikilan, klaster Ngebung, klaster Bukuran, klaster Manyarejo, dan klaster Dayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen peran wisata cagar budaya dan menganalisis tingkat kesesuaian komponen peran wisata cagar budaya di Kawasan Sangiran. Pengambilan data dilakukan dengan dua metode yaitu wawancara dan kuesioner, sementara analisis data menggunakan metode skoring masing-masing komponen peran wisata cagar budaya. Hasil analisis keseluruhan komponen peran wisata cagar budaya menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian peran wisata cagar budaya di Kawasan Sangiran adalah kurang. Lima komponen bernilai kurang sesuai yaitu komponen pemanfaatan daya tarik wisata, motivasi wisata, fasilitas pelayanan wisata, aksesibilitas, dan kelembagaan pengelola. Sementara komponen yang bernilai sesuai adalah komponen kebijakan. Keenam komponen peran wisata tersebut sudah berjalan dalam pengelolaan wisata dan pelestarian di Kawasan Sangiran, namun belum berjalan dengan maksimal. Pengelolaan secara terpadu, terutama pengelolaan wisata, antara Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen perlu segera dilakukan agar peran wisata cagar budaya dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan dapat berjalan secara maksimal.

Kata kunci : Sangiran, pariwisata cagar budaya, kesesuaian, peran wisata

SUITABILITY OF SANGIRAN TOURISM ROLE AS HERITAGE TOURISM BASED ON ITS COMPONENTS

Abstract

Sangiran Man Site is an heritage site that has been appointed by UNESCO as world heritage and named with Sangiran The Early Man Site. Sangiran development as heritage site is based on it important values in education, knowledge, and tourism. This role is expected occur well in order to give some historical information to public in tourism way. Research about suitability of heritage tourism roles has been impelented in four Clusters of Sangiran Museum, that is Krikilan Cluster, Ngebung Cluster, Bukuran Cluster, and Dayu Cluster. This research aims to identify the component of heritage tourism and analyse the rank of Sangiran’s heritage tourism role suitability. Data collection was performed by interviewing and distributing questionnaires. And the analysis use scoring metode from each component of heritage tourism role. The result shows that all component is less suitable. Five components which is less suitable are the use of tourist attraction, travel motivation, tourism facilities, accessibility, and the tourism institution. The component which is suitable is the policy. The six components has implemented in tourism development, but it still not work optimal. The integrated development is needed, mainly in tourism between Karanganyar and Sragen region, so the roles of heritage tourism will occur optimally to give people education and knowledge about human evolution.

Keyword : Sangiran, heritage tourism, suitability, tourism role

Vemi Asa Hardini*, Murtanti Jani Rahayu, Winny Astuti (*Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sebelas Maret Surakarta)

Selengkapnya silahkan klik disini