Sangiran Masuk Sekolah Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter

0
100

Sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPSMP Sangiran memiliki kewajiban untuk memberikan informasi untuk memberikan pendidikan bagi generasi muda terkait dengan tugas pokoknya. Salah upaya untuk itu adalah dengan melaksanakan program Sangiran Masuk Sekolah (SMS). Program ini merupakan salah satu upaya BPSMP Sangiran berperan serta memajukan serta menyebarkan informasi terkait kebudayaan tetapi juga untuk menanamkan kebanggaan dan cinta pada budaya bangsa sendiri.
“Pada tahun 2019, kami melaksanakan 4 kali kegiatan SMS dengan sasaran pada siswa SMA di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Hal ini dilakukan guna berperan serta dalam upaya penguatan pendidikan karakter bagi siswa”, jelas Iwan Setiawan Bimas, S.S. selaku Kasi Pemanfaatan BPSMP Sangiran.
Sesuai dengan Peraturan Presiden No.87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, disebutkan lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila. Kelima nilai karakter utama itu adalah religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa upaya Penguatan Pendidikan Karakter dilakukan melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
“Melalui Program SMS, kami ingin berperan mendidik anak bangsa, memberikan penguatan pendidikan karakter dengan cara Sangiran Mengajar, Bioskop Sangiran, Kuis daring, dan Pameran Mini”, jelas Iwan.


Siswa yang mendapatkan materi diharapkan dapat menyerap informasi yang disampaikan sehingga memiliki tambahan pengetahuan dan wawasan tambahan. Dengan diskusi dengan metode Sangiran Mengajar, siswa dapat berkomunikasi dua arah dengan narasumber. Siswa dapat materi dari hasil penelitian dan juga kondisi di lapangan.


Melalui pemutaran film, siswa lebih mudah memahami ide, gagasan, pengetahuan, dan wawasan lain. Metode audio visual menjadi lebih memudahkan siswa untuk mengerti dan memahami pengetahuan dan informasi yang disampaikan. Lebih menarik dalam proses pembelajaran sehingga menjadikan materi yang biasa padat dan dirasa membosankan, dapat menjadi menarik.


Kuis daring menjadi sebuah terobosan dengan memanfaatkan teknologi yang sangat diminati oleh siswa. Dengan kuis daring, pemahaman siswa diuji dengan berbagai pertanyaan dari materi yang disampaikan. Pemenang kuis ini mendapat hadiah buku yang diproduksi BPSMP Sangiran.


Pameran mini menyajikan beberapa koleksi yang memberikan penjelasan dan bukti tentang kebesaran Sangiran. Mulai dari koleksi tengkorak manusia purba, hewan purba, dan juga budaya yang dihasilkan manusia purba.
”Dengan cara penyampaian seperti ini,kami berharap siswa dapat menyerap informasi dengan melihat langsung, mendengar penjelasan, merasakan suasana masa lalu, dan juga interkasi dengan narasumber. Kami berharap ini akan menumbuhkan cinta pada budaya bangsa sehingga mempertebal rasa nasionalisme mereka”, pungkas Iwan. (Wiwit Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR