Program SMS: Salah Satu Upaya Meningkatkan Nasionalisme Siswa

0
486

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) seperti yang dituangkan dalam Perpres No. 87 Tahun 2017. Program ini memerlukan pelibatan 3 pihak utama, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Lebih lanjut dijelaskan tujuan PPK yaitu, membangun dan membekali Peserta Didik dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik menghadapi perubahan di masa depan; mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan; dan merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan keluarga. Kesemua itu guna menghadapi perkembangan jaman yang terus berkembang dan menghasilkan manusia yang bukan hanya cerdas saja tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan jaman yang terus berubah.
Menyikapi hal tersebut, BPSMP Sangiran mengambil peran dengan mengadakan Program Sangiran Masuk Sekolah (SMS). Dalam keterangannya, Iwan Setiawan Bimas, S.S. selaku Kasi Pemanfaatan BPSMP Sangiran mengungkap tujuan penyelenggaraan Program SMS, “Sebagai upaya mendekatkan Cagar Budaya kepada generasi muda dalam hal ini peserta didik usia sekolah, sarana edukasi bagi masyarakat, dan sebagai bentuk kemitraan strategis antara BPSMP Sangiran dan institusi pendidikan dalam penyampaian pengetahuan prasejarah/pra aksara”.
Pada tahun 2019 yang merupakan tahun pertama pelaksanaan program ini, dilaksanakan di 4 SMA di Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bekerjasama dengan dinas terkait menjadi awal dari kerjasama sinergis BPSMP Sangiran.
“Kami bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka memberikan saran lokasi sekolah yang akan kami sasar setelah itu kami berkoordinasi dengan sekolah yang menjadi saran dinas untuk menjelaskan program ini serta berkoordinasi terkait pelaksanaan Program SMS di sekolah”, imbuh Iwan.
Program SMS pada tahun 2019 menyasar 1 SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 3 SMA di Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung sejak bulan April-November 2019 dengan memberikan materi tentang kebesaran Sangiran serta situs prasejarah yang memberi penguatan materi sejarah pada siswa.
“Program SMS tahun 2019 menyasar SMA N 1 Kalasan pada tanggal 30 April 2019, SMA N 3 Semarang pada tanggal 30 Juli 2019, SMA N 1 Bae Kudus pada 15 Agustus 2019, dan terakhir SMA N 1 Slawi, 19 November 2019. Materi pada 3 sekolah pertama terkait dengan Situs Sangiran dengan berbagai buktinya dan di edisi pamungkas kami tambah dengan materi Situs Semedo untuk menambah pengetahuan siswa dan juga karena situs itu berada di sekitarnya serta memberi mereka kebanggaan akan keberadaan Situs Semedo yang pada akhirnya meningkatkan rasa memiliki dan rasa nasionalisme”, jelas Iwan.
Rasa memiliki yang kemudian menjadikan rasa bangga akan meningkatkan nasionalisme siswa. Sikap yang menjadi salah satu nilai dari PPK dan BPMSP Sangiran mengambil perannya. (Wiwit Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR