Rancangan Pengelolaan Sumberdaya Budaya Situs Semedo “Suatu Kontribusi Pemikiran“

0
590

Abstrak
Situs Semedo terletak di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal,
Provinsi Jawa Tengah. Situs ini sekarang telah terbukti sebagai salah satu situs manusia
purba di Indonesia, maka sudah selayaknya dikelola secara terpadu dalam upaya menjaga
kelestarian situs. Dalam merancang pengelolaan situs, isu-isu strategis harus diperhatikan
dalam upaya mewujudkan keberhasilan pengelolaan. Pengelolaan sumberdaya budaya di Situs Semedo tidaklah mudah karena tidak hanya terbatas pada perlindungan terhadap artefak dan lingkungan fisik semata. Beberapa perhatian terhadap keberadaan sumberdaya budaya memerlukan pendekatan secara holistik dalam pengelolaannya. Metode analisis bawang bombai diterapkan dalam upaya untuk mengungkap dan memenuhi aspek kepuasan semua fihak yang berkepentingan terhadap situs ini. Dengan demikian maka model managemen pengelolaan situs semedo merupakan siklus yang terdiri dari analisis – strategi – tindakan– evaluasi. Model ini mudah dibaca, tetapi sulit diterapkan. Untuk itu dibutuhkan peran akademisi, pemerintah, pemerintah daerah, lembaga arkeologi, dan organisasi-organisasi non pemerintah sebagai motivator dan dinamisator untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam kerangka kelestarian cagar budaya.
Kata kunci : Pengelolaan, permasalahan, Sumberdaya Budaya, Arkeologi, Kesejahteraan.
Abstract
Semedo Site located in Semedo Village, Kedungbanteng, Tegal, Central Java Province. The
site now has been proven as one of the early human sites in Indonesia, so is supposed to managed in an integrated manner in order to keep continuity. In designing management site, strategic issues must be considered in the pursuit of the success of the management. Cultural resource management of Semedo site is a job that is not simple because not limited to the protection of artifacts and their physical environment only. The various interest for the existence of cultural resources calls for a holistic approach in its management. Onions analysis method applied in an effort to unravel and formulate fulfillment capable of satisfying all interested parties to the existence of the site. Thus, Semedo Site management model is a cycle consisting of analysis – strategy – action – evaluation. The model is easy to read, but difficult to implement. It takes the role of academia, government, local government, institutions of archeology, as well as non-governmental organizations into a motivator and a dynamic agent in awareness as well
as come opportunities to improve the welfare of society in order to preserve cultural heritage.
Keywords : Management, Issues, Cultural Resources, Archaeology, Welfare. (Suwita Nugraha | Wahyu Widiyanta)

Selengkapnya silahkan klik disini