Puzzle Arkeologis

0
666
Rekonstruksi temuan

Dalam suatu penelitian arkeologi, data dikumpulkan menggunakan metode survei dan ekskavasi, yang bertujuan untuk mengungkap kehidupan atau kejadian masa lalu. Pada saat proses pengumpulan data tersebut, tidak jarang diperoleh data yang fragmentaris. Sebagai contoh ialah ketika dilakukan penelitian diperoleh fragmen fosil dalam keadaan pecah menjadi beberapa bagian. Kumpulan fragmen tersebut ditemukan dalam lokasi yang sama atau berdekatan dan kemungkinan besar berasal dari suatu benda atau tulang yang sama.

Kumpulan fragmen tersebut setelah dibersihkan dan ditata, maka dapat direkonstruksi untuk melihat bentuk utuhnya. Kegiatan rekonstruksi tersebut mirip dengan permainan puzzle. Hal tersebut untuk melihat bagian mana yang cocok dan tidak, sehingga menghasilkan bentuk menyerupai asalnya atau gambar jadi. Seperti halnya dalam rekonstruksi fosil, sebagai contoh ditemukan beberapa fragmen tulang atau tempurung kura-kura dalam keadaan pecah, tugas arkeolog adalah menyatukan kembali untuk menghasilkan data yang utuh. Kegiatan menemukan kembali bentuk asli fosil menjadi salah satu tugas selama kegiatan ekskavasi. (Nikko, Suwito)

Hasil temuan penelitian arkeologis