PERCOBAAN PENGGUNAAN POLYURETHANE UNTUK PENYELAMATAN FOSIL SECARA INSITU

0
1678

Fosil yang ditemukan secara insitu perlu mendapatkan perlakuan yang spesial, terutama jika kondisi fosil yang ditemukan tidak utuh dan cukup rapuh. Fosil yang terbungkus tanah, digali dahulu hingga tanah yang menutupi bagian permukaannya hilang, tapi tidak serta merta diangkat. Tubuh fosil diangin-anginkan supaya kadar airnya berkurang. Pengangkatan fosil tersebut dilakukan dengan sebelumnya  dibungkus dengan gypsum. Akan tetapi cara ini banyak kekurangannya ketika diaplikasikan ke fosil. Diantaranya kondisi fosil pasca pengangkatan akan semakin rusak. Serta gypsum yang membungkus fosil susah dilepaskan dari fosilnya dan massa fosil yang di bungkus gypsum menjadi lebih berat sehingga proses pengangkatan fosil mengalami kesulitan. Oleh karena itu konservator mencoba mencari bahan lain yang lebih efektif untuk membungkus fosil sebelum dilakukan pengangkatan. Maka dari itu dipilih polyurethane.

Polyurethane atau disingkat PU adalah campuran dua jenis bahan kimia (isocynate dan polyol) yang diaduk secara bersama-sama, sehingga terjadi reaksi dan membentuk foam (busa). Untuk pengaplikasiannya, cairan tersebut dituangkan ke media aplikasi yang diinginkan (fosil). Setelah dituangkan, cairan tadi akan mengering dalam beberapa waktu ( sekitar 30 menit) kemudian bereaksi membentuk foam (busa). Busa  tersebut menempel erat di permukaan media (fosil). Busa/foam itulah yang bekerja sebagai penahan media. Polyurethane juga mempunyai berat jenis yang tidak membebani  sebab  polyurethane sangat ringan. Dengan penggunaan polyurethane untuk penyelamatan fosil ini diharapkan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.  Berikut adalah gambar mekanisme pencampuran polyurethane.

(1) Komponen A dan B
(1) Komponen A dan B
(2) Pencampuran komponen A dan B
(2) Pencampuran komponen A dan B
(3) Pengadukan komponen A dan B
(3) Pengadukan komponen A dan B
(4) Setelah homogen, adonan dituang
(4) Setelah homogen, adonan dituang
(5) Biarkan sekitar 1 jam agar adonan
(5) Biarkan sekitar 1 jam agar adonan
(6) Setelah kurang lebih 1 jam, hasilnya busa menempel erat dengan fosil
(6) Setelah kurang lebih 1 jam, hasilnya busa menempel erat dengan fosil
(7) Untuk melihat dalamnya, busa dapat diiris dengan pisau
(7) Untuk melihat dalamnya, busa dapat diiris dengan pisau
(8) Permukaan fosil terlihat
(8) Permukaan fosil terlihat
(9) Permukaan fosil agak terkikis akibat pengangkatan busa
(9) Permukaan fosil agak terkikis akibat pengangkatan busa

Fosil dapat terbungkus sempurna dan aman di dalam foam, akan tetapi foam menempel erat pada permukaan fosil, sehingga kalau dilepaskan akan sedikit merusak lapisan permukaan fosil oleh karena itu perlu dilakukan percobaan lagi dengan pemberian lapisan perantara diantara fosil dengan foam seperti dengan pemberian vaselin agar permukaan fosil tidak lengket dengan foam. (Nurul Fadlilah)