Pendataan Dan Konservasi Fosil Di Bumiayu

0
765

Sesuai dengan amanat pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 30 tahun 2013 tentang Rincian Tugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang diantaranya berupa melaksanakan perawatan dan pengawetan artefak, fosil, dan situs manusia purba serta melaksanakan dokumentasi dan publikasi situs manusia purba, pada tahun 2018 BPSMP Sangiran melaksanakan kegiatan pendataan dan konservasi fosil di situs Bumiayu yang berlokasi di Museum Mini Buton. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2017. Museum Mini Buton sendiri merupakan museum pribadi milik Rafli Rizal yang beralamatkan di Jl. KH Ahmad Dahlan, Bumiayu.

Kegiatan pendataan dan konservasi di Bumiayu tahun 2018 dilaksanakan selama 6 hari, mulai tanggal 31 Januari hingga 7 Februari 2018 dan menghasilkan output 174 fosil yang berhasil didata dan dikonservasi. Hasil ini melebihi target mula-mula, yaitu 150 fosil. Tahapan kegiatan sendiri dimulai dari analisis secara anatomi dan taksonomi serta adanya jejak arkeologis berupa pangkasan, goresan ataupun jejak berupa cekungan. Selain jejak arkeologis dilihat juga ada/tidaknya kelainan anatomi yang disebabkan secara alami (karena penyakit dan cedera semasa hidup) atau dimangsa/diserang hewan lain. Setelah analisis, fosil diberi nomor inventaris yang melanjutkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta. Setelah diberi nomor inventaris, fosil didokumentasi dan dilanjutkan dengan analisis kerusakan oleh konservator untuk memutuskan penanganan yang tepat untuk setiap fosil karena kondisi masing-masing fosil berbeda. Cara penanganan beserta alat dan bahan yang digunakan dicantumkan dalam label tersendiri yang juga berguna sebagal medical record masing-masing fosil. Fosil kemudian dikonservasi sesuai dengan arahan yang tertulis pada label konservasi. Proses selanjutnya adalah penimbangan fosil dan database.

Melihat melimpahnya temuan yang disimpan di Museum Mini Buton serta nilai penting dari fosil dan artefak tersebut, kegiatan pendataan dan konservasi di situs ini perlu dilanjutkan dengan kegiatan serupa dan kegiatan lain yang mendukung seperti survei dan penelitian arkeologis.