Merangkai Kekayaan Situs Patiayam (Dari tahun ke tahun : Kiprah Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran di Patiayam)

0
94

Kiprah Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMP Sangiran) di Situs Patiayam dimulai dari tahun 2009 sampai sekarang. Kegiatan yang dilakukan mencakup semua aktivitas pelestarian yaitu pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan.

Dimulai dari tahun 2009, BPSMP Sangiran melakukan kegiatan survey awal dan pendataan lokasi temuan fosil. Kemudian di tahun 2010, BPSMP Sangiran mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan “Pameran Peninggalan Sejarah dan Purbakala” yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kudus. Kegiatan di Situs Patiayam dilanjutkan kembali pada tahun 2013 melalui kajian potensi cagar budaya, sosialisasi, dan pameran. Kegiatan kajian potensi cagar budaya dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2017. Pada tahun 2014, BPSMP Sangiran juga melaksanakan kegiatan kajian pelindungan situs dan pembuatan display untuk museum. Setahun kemudian terdapat informasi adanya temuan fosil di area pembangunan waduk sehingga perlu segera diselamatkan, oleh sebab itu dilakukan kegiatan insidental penyelamatan temuan.

Pada tahun 2016, kegiatan yang dilaksanakan di Situs Patiayam meliputi kajian potensi cagar budaya, penyelamatan temuan, pendataan dan konservasi fosil, serta pemberian kompensasi untuk penemu fosil. Tahun 2017, BPSMP Sangiran mulai intensif melakukan kegiatan yang mendukung Situs Patiayam untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. Kegiatan yang dilakukan meliputi kajian potensi cagar budaya dengan tujuan pelacakan batas situs, survey verifikasi data, dan Focus Group Discussion (FGD) Deliniasi.

Kegiatan FGD deliniasi dilakukan sampai tahun 2018 dengan menghasilkan draft isian penetapan cagar budaya yang dilakukan bersama dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini (tahun 2019) proses penetapan masih berjalan. Selain kegiatan yang mendukung penetapan Situs Patiayam. Pada tahun 2018 dan 2019, BPSMP Sangiran juga melakukan kegiatan penyelamatan temuan, pemberian kompensasi, bioskop keliling, serta pendataan dan konservasi fosil.

(Siswanto, S.Si., M.A., Wahyu Widiyanta, S.S., Suwita Nugraha, S.T., M.A. Ilham Abdullah, S.S., M.A., Haris Rahmanendra, S.S., M.Sc., Wulandari, S.Si., Dian Nisa Anna R, S.S., M. Rais Fathoni, S.T., Khofif Duhari Rahmat, S.S., Pipit Meilinda, S.Hum)

Selanjutnya silahkan klik

TINGGALKAN KOMENTAR