Bergerak dan Melangkah Menuju Dunia Pendidikan yang Lebih Baik

0
90

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, pada tahun 2024 mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Di Sangiran, Hari Pendidikan Nasional dirayakan dengan melaksanakan upacara dengan mengambil lokasi di Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Bukuran.  

Memajukan dunia Pendidikan pada pandemi Covid-19 bukan hal yang mudah, diperlukan sebuah transformasi sistem yang sangat besar. Semua tantangan dihadapi dengan berani tanpa rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba, tetap berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

Pada awal perjalanan, disadari bahwa membuat perubahan butuh perjuangan, dibutuhkan cara untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Dalam sambutan Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang dibacakan Haris Rahmanendra selaku inspektur upacara, menyebutkan bahwa, “Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat. Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama. Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar”.

Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah dihadapi, juga setiap langkah berani yang sudah diambil. Merefleksikan kembali tentang apa yang telah kita lakukan selama tiga sampai empat tahun terakhir guna merancang arah perjalanan ke depan. Nadiem melanjutkan, “Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi”. Semua karya pendidikan oleh para guru, siswa, dan mahasiswa menjadi membawa banyak perubahan yang kemudian ditopang oleh para seniman dan pelaku budaya yang terus berekspresi guna mengisi ruang kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dunia pendidikan. Kolaborasi tersebut menjadi sebuah dasar dalam bergotong royong menyemarakkan dunia pendidikan yang diharap tidak meninggalkan budaya leluhur bangsa. (Wiwit Hermanto)