Menanamkan Kecintaan Anak dan Kebanggaan pada Budaya Masa Lalu

0
78

Expo Unsoed 2019 yang diadakan di Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman sejak tanggal 10 hingga 13 Oktober 2019 membawa sebuah pembelajaran bagi orang tua dalam mendidik anaknya. Mendidik anak untuk mengenal dan mencintai cagar budaya yang di masa depan akan diwariskan pada mereka.
Pada even ini, terlihat orang tua yang menggandeng anaknya untuk menyaksikan bukti perjalanan sejarah dan kekayaan Sangiran. Mereka mengajak anaknya menyaksikan berbagai hal yang dipamerkan. Untuk bersantai bersama keluarga sekaligus memperoleh pengetahuan akan lingkungan sekitarnya, sebuah cara sederhana mentransfer kesadaran pada anak mereka.
Berbagai pengetahuan dari lingkungan Unsoed, pengembangan usaha rakyat kecil, teknologi, serta budaya masa lalu yang berjaya di jamannya dipertontonkan disini. Hingga berbagai lomba menjadi sajian pada helatan Expo Unsoed 2019 ini. Sebuah perpaduan yang layak untuk disampaikan pada anak sejak dini dan di sini peran besar orang tua.
Orang tua diharapkan bukan menjadi bagian orang tua yang hanya mengajarkan anaknya hidup dengan hedonisme tapi hidup dengan mengetahui, mengenal dan kemudian mencintai kebudayaan milik bangsa. BPSMP Sangiran mengambil porsinya dengan memberikan informasi budaya manusia purba yang layak menjadi pembelajaran di masa kini khususnya anak. Melalui berbagai koleksi yang dipamerkan dengan segala pelengkapnya dan yang paling banyak digemari pengunjung, bahkan pengunjung anak yang didampingi orang tuanya adalah patung rekonstruksi keluarga manusia purba.


Berbagai pertanyaan polos muncul dari mulut anak-anak yang menyaksikan patung rekonstruksi keluarga manusia purba.
“Itu asli?”
“Itu bapaknya?”
“Itu ada bapak,ibu, dan anak?”
“Siapa itu?”
“Mereka ada apa disitu?”
“Itu patung?”
“Kok kayak beneran ya?”
Pertanyaan-pertanyaan di atas banyak terlontar dari anak-anak yang menyaksikan patung rekonstruksi keluarga manusia purba. Dengan pendampingan orang tua dan penjelasan singkat dari pemandu membuat mereka mendapat pengetahuan tentang keberadaan manusia purba yang ditunjukkan dengan patung rekonstruksi keluarga manusia purba.
Dengan menyaksikan kekayaan Sangiran yang dipamerkan, diharap membawa dampak positif bagi anak dan mampu menanamkan kecintaan akan cagar budaya yang dimiliki bangsa ini. Suatu kebanggaan akan kebesaran masa lalu dan menjadi kewajiban bersama untuk mengenalkannya pada anak. Orang tua yang baik merupakan orang tua yang mampu menanamkan kecintaan dan kebanggaan akan budaya masa lalu demi meraih masa depan. (Wiwit Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR