Jadwal Kunjung Selama Ramadan

0
378

Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, bulan penuh kesempatan untuk membersihkan jiwa. Pada bulan Ramadan tahun 2023 atau 1444 Hijriah ini, Museum Manusia Purba Sangiran menyesuaikan jadwal kunjung. Museum di buka hari Selasa- Minggu pada jam 09.00-15.00 WIB tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung yang akan mencari informasi dan pengetahuan melalui koleksi yang dipamerkan.

Museum Manusia Purba Sangiran memiliki pada 4 museum klaster dan 1 museum lapangan dengan tema yang berbeda-beda. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan merupakan pusat kunjungan yang memberikan informasi umum tentang Situs Sangiran. Merupakan museum yang menyajikan berbagai koleksi pada 3 ruang pamer. Setiap ruang pamer memiliki kisah yang berbeda-beda yang dapat menjelaskan Situs Sangiran pada pengunjung. Temuan fosil hominid yang menjadi bukti keberadaan manusia di Sangiran telah menjawab pertanyaan-pertanyaan dan pemahaman tentang evolusi manusia. Secara kuantitas dan kualitas temuan hominid Sangiran menyumbang separuh populasi temuan Homo erectus di dunia.

Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Bukuran mengambil tema evolusi makhluk hidup. Hal ini tidak dapat lepas dari kenyataan bahwa Bukuran menjadi lokasi penting di Situs Sangiran karena potensi Desa Bukuran akan temuan sisa-sisa manusia purba relatif besar. Hal-hal yang berkaitan dengan evolusi disajikan di museum ini. Teori Evolusi yang dikemukakan Darwin dan juga tokoh-tokoh sebelumnya terus mengalami perubahan dan pengembangan. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan upaya manusia untuk menemukan jati dirinya. Pada saat ini, kita semua adalah bagian dari evolusi. Sesuai dengan prinsip evolusi “berubah dalam perubahan (mutatione in mutation)”

Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung menyajikan sejarah penelitian saat Situs Sangiran pertama kali didatangi peneliti asing. Sebagai ladang penelitian mengenai manusia purba Situs Ngebung menjadi tempat yang produktif menghasilkan temuan fosil binatang, artefak, dan sisa-sisa manusia.

Berbagai teori telah berkembang sejalan dengan temuan-temuan di Situs Ngebung. Beberapa teknik analisis untuk menjawab persoalan tersebut disajikan dalam bentuk visual dan interaktif.

Museum Manusia Purba Klaster Dayu mengambil tema sebagai lokasi penemuan hasil budaya manusia berusia 1,2 juta tahun silam. Situs Dayu dikenal merupakan situs yang penting karena banyak menyimpan tinggalan kehidupan sejak jutaan tahun silam seperti manusia dan budaya, fauna, serta rekaman perubahan lingkungan Sangiran. Selain itu, tidak jauh dari museum, di Desa Pucung pada tahun 1969 ditemukan spesimen tengkorak Homo erectus yang menjadi masterpiece Situs Sangiran yaitu S17 (Sangiran 17)

Museum Lapangan Manyarejo merupakan apresiasi penelitian yang telah dilakukan para peneliti yang bekerjasama dengan masyarakat. Museum ini didirikan sebagai bentuk apresiasi terhadap para peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan kepada warga masyarakat Sangiran yang telah melakukan pekerjaan besar penelitian dan menghasilkan berbagai penemuan penting untuk Situs Sangiran.

Sejak kedatangan von Koenigswald pada tahun 1934, masyarakat Sangiran mulai memahami keberadaan fosil yang banyak ditemukan di daerah sekitar mereka hidup. (Wiwit Hermanto)