Fauna Endemik dari Lembah Wallanae

0
2147
Villa Yuliana Museum

Situs Paleolitik Lembah Wallanae terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Wajo, Bone dan Soppeng. Di sekitar Sungai Wallanae terdapat situs prasejarah yang berpotensi dengan tinggalan arkeologis dan paleontologis. Wilayah pengandung tinggalan arkeologis dan fosil fauna terletak di Jampu, Talepu, Lenrang, Berru/Calio, Marale, Paroto, Lakibong, Kecce, dan Lonrong yang berada di wilayah Kabupaten Soppeng, Sompe di wilayah Kabupaten Wajo, dan Tanrung di wilayah Kabupaten Bone. Situs Paleolitik Lembah Wallenae dialiri oleh Sungai Wallanae. Situs ini terkenal dilakukan sejak diteliti pada tahun 1947 sejak kedatangan H.R. van Heekeren. Kemudian diteliti oleh peneliti-peneliti lain baik dari dalam, maupun luar negeri hingga saat ini. Saat ini sebagian temuan-temuan Situs Paleolitik Lembah Wallanae dipajang di Museum Villa Yuliana di Kota Watansopeng dan di Museum Calio di Cabbenge, Soppeng.

Museum Villa Yuliana
Museum Villa Yuliana
Museum Calio
Museum Calio

Selain ditemukan alat batu, di Situs Wallanae juga ditemukan fosil fauna yang sangat jarang atau bahkan belum pernah ditemukan di lokasi lain. Beberapa fosil fauna yang ditemukan di situs ini adalah gajah kerdil purba endemik Sulawesi (Stegodon sompoensis/Stegodon celebensis), Gajah (Elephas celebensis), babi rusa endemic (Celebochoerus heekereni), Kura-kura purba (Geochelona atlas).

Ditemukannya fosil fauna dengan spesies yang tidak ditemukan di tempat lain dikaitkan dengan proses migrasi hewan. A.R Wallace menarik garis pemisah geografi fauna yang membentang dari Selat Makassar di utara hingga Selat Lombok di selatan yang dikenal sebagai garis Wallacea. Indonesia wilayah barat (Paparan Sunda) yang sebagian di antaranya menyatu dengan benua Asia, dan indonesia sebelah timur (Paparan Sahul) yang menyatu di sebelah timur menyisakan wilayah di sekitar Kepulauan Sangir-Talaud, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Halmahera yang satu sama lainnya dipisahkan oleh laut/palung yang dalam. Di wilayah ini lah ditemukan hewan-hewan endemik. Keendemikan fauna di wilayah ini rupanya telah diketahui sejak dahulu dibuktikan dengan penemuan fosil fauna yang tidak ditemukan di tempat lain.

Seperti yang kita ketahui bahwa fauna endemik juga banyak ditemukan di Sulawesi yang masih ada hingga saat ini seperti Anoa (Bubalus quarlesi dan Bubalus depressicornis), burung Maleo (Macrocephalon maleo), babi kerdil (Sus celebensis), Kera Baboon (Macaca maura), Kukang (Tarsius spectrum), Kuskus (Cuscus), dan Babirusa (Babyrousa babirussa). (PM)

Lembah Wallanae (5)   Lembah Wallanae (4)

Lembah Wallanae (7)   Lembah Wallanae (6)

(dari kiri atas searah jarum jam): fragmen fosil kura-kura raksasa (Geochelonca Atlas), Pecahan rahang kiri Stegodon sompoensis, Pecahan rahang bawah Celebochoerus heekereni, dan pecahan gading Elephas celebensis Koleksi Museum Villa Yuliana

Lembah Wallanae (1)

Ilustrasi babi raksasa Celebochoerus

TINGGALKAN KOMENTAR