Diorama Kehidupan Manusia Purba

0
426

Liburan Natal dan Tahun Baru yang beriringan dengan liburan sekolah berdampak pada pengunjung yang memadati Museum Sangiran. Salah satu museum yang dipadati pengunjung pada liburan ini adalah Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan.
Salah satu diorama yang menjadi favorit pengunjung adalah diorama perburuan. Diorama ini menceritakan kisah perburuan hewan oleh manusia purba dalam mencari makanan. Dikisahkan perjuangan mereka dalam berburu, berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi. Sebuah kerja keras dalam upaya melanjutkan hidup dengan berburu hewan yang ada di sekitar mereka.
“Tantangan pertama yang mereka hadapi adalah dengan alat berburu yang sangat sederhana. Selain itu rintangan harus mereka hadapi yaitu dengan menghadapi hewan buas, seperti yang dikisahkan pada display 2 Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan”, jelas Iwan Setiawan Bimas selaku Kasi Pemanfaatan BPSMP Sangiran.
Tantangan dan rintangan itu dihadapi oleh manusia purba yang hidup di Sangiran antara 1.5 juta tahun yang lalu hingga 300 ribu tahun yang lalu. Dengan alat yang sangat sederhana mereka berupaya melanjutkan hidup. Alat yang mereka hasilkan merupakan budaya yang diciptakan secara perlahan. Dengan bahan dasar dari batu dan kemudian dari tulang, mereka menciptakan budaya.
“Manusia purba yang pernah hidup di Sangiran menciptakan budaya dengan bahan dasar batu yang kemudian berkembang dengan memanfaatkan tulang dari hewan buruan mereka. Budaya mereka ini yang menjadi salah satu keistimewaan yang mereka tinggalkan di Situs Sangiran”, lanjut Iwan.
Dengan sangat singkat, kisah kehidupan itu diangkat pada diorama yang dipersembahkan untuk pengunjung di Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan. Pembelajaran dari masa lalu untuk pengunjung, bahwa kehidupan manusia purba sangat keras. Kisah masa lalu yang dipersembahkan bagi penambahan wawasan pengunjung.
Kisah itu menjadi sebuah kisah dari masa lalu untuk pembelajaran di masa kini dan menjadi modal pengetahuan bagi masa depan. (Wiwit Hermanto)

TINGGALKAN KOMENTAR