Buku Bagi Pengunjung Pameran di Pacitan

0
484

“Terima kasih atas bukunya, saya masih tidak percaya mendapat begitu banyak buku dan pengetahuan. Ini berkah dan rejeki bagi saya hari ini”, ungkap Amin yang mengaku sebagai tentor sebuah bimbingan belajar.
“Saya dulu pernah ke Sangiran saat kuliah sekitar 10 tahun yang lalu, saya lihat melalui brosur yang diberikan, banyak yang berubah”, lanjutnya.


Itulah pengakuan seorang pengunjung yang pernah ke Museum Sangiran sebelum mengalami renovasi menjadi museum yang representatif. Saat ini Museum Sangiran sudah banyak mengalami perubahan mengikuti kemajuan jaman dan perubahan masyarakat.
Museum Sangiran yang dulu dikenal Amin sudah berubah dalam memberi informasi dan pengetahuan. Salah satu caranya adalah melalui publikasi buku yang diterimanya, cara yang mampu memberitahukan sebuah ide, pemikiran, dan gagasan melalui tulisan. Melalui buku museum dapat memberikan berbagai informasi dan pengetahuan pada masyarakat tanpa harus bertemu langsung.
Buku yang diterbitkan oleh BPSMP Sangiran dibagikan untuk masyarakat secara gratis, sebuah wujud perubahan cara penyebarluasan informasi pada masyarakat. Buku-buku itu dibagi pada masyarakat salah satunya melalui pameran keliling yang dilaksanakan diberbagai kota.
Gedung Karya Dharma Pacitan menjadi lokasi dihelatnya pameran keliling yang rutin diselenggarakan oleh BPSMP Sangiran melalui Seksi Pemanfaatan. Pameran di Pacitan ini telah digelar sejak hari Senin, 25 November dan akan berlangsung hingga 29 November 2019.
Pada gelaran ini, berbagai buku dibagikan pada para pengunjung secara gratis. Berbagai buku dibawa dan dibagikan dengan memperhatikan pengunjung yang akan diberikan. “Kami membawa berbagai jenis buku yang diperuntukkan untuk para pengunjung secara gratis. Dari buku untuk anak usia dini hingga buku ilmiah kami siapkan bagi pengunjung di Pacitan”, ungkap Iwan Setiawan Bimas,S.S. selaku Kasi Pemanfaatan.
Sejak hari pertama pameran, 25 November 2019, sudah mulai dibagi buku untuk para pengunjung yang sebagian besar merupakan siswa berbagai sekolah di Pacitan. Berbagai sekolah yang hadir mengunjungi pameran diberikan buku untuk masing-masing perpustakaan. Buku yang diberikan menyesuaikan tingkat sekolahnya sehingga diharap tepat sasaran.
“Terima kasih atas bukunya, semoga membawa manfaat bagi siswa kami”, ungkap salah seorang guru yang diberikan buku untuk perpustakaan sekolahnya.
Buku sebagai jendela informasi dibagikan dipameran keliling di Pacitan, sebagai salah satu upaya menyebarkan informasi. Saat ini, Pacitan menjadi lokasi penyebaran informasi itu, membagi pengetahuan dan informasi bagi masyarakat. (Wiwit Hermanto)