Bagaimana Nasib Koleksi di Gudang Museum Manusia Purba Sangiran?

0
297

Setiap kali mendengar kata “Gudang” yang terbayang adalah sebuah ruangan yang menyimpan barang-barang tak terpakai. Lantas benarkah kondisi tersebut juga berlaku di sebuah museum? Sebelumnya kita tilik dahulu pengertian museum secara global. Menurut ICOM (The International Council of Museums) pada tahun 2022 mendefinisikan ulang museum sebagai berikut;
“A museum is a not-for-profit, permanent institution in the service of society that researches, collects, conserves, interprets and exhibits tangible and intangible heritage. Open to the public, accessible and inclusive, museums foster diversity and sustainability. They operate and communicate ethically, professionally and with the participation of communities, offering varied experiences for education, enjoyment, reflection and knowledge sharing.” (ICOM approves a new museum definition – International Council of Museums -International Council of Museums)
Menurut pengertian di atas tersebut menunjukkan bahwa Museum memiliki fungsi untuk meneliti, mengkoleksi, menginterpretasi dan memamerkan warisan benda dan tak benda kepada masyarakat. Selain itu sifat museum juga terbuka untuk umum, dapat diakses, inklusif, memupuk keragaman dan keberlanjutan. Museum beroperasi dan berkomunikasi secara etis, profesional dan dengan partisipasi komunitas, menawarkan beragam pengalaman untuk pendidikan, kesenangan, refleksi, dan berbagi pengetahuan. Museum Manusia Purba Sangiran adalah sebuah “interpretation centre” dari Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Sangiran yang telah dinobatkan menjadi World Heritage oleh UNESCO . Koleksi yang disimpan baik dipajang di ruang pamer maupun disimpan di gudang merupakan objek yang penting untuk menampilkan nilai penting KCBN Sangiran. Sebagian besar koleksi merupakan artefak dan ekofak yang berasal dari penelitian, penyelamatan, dan penemuan masyarakat lokal. Rekonstruksi kehidupan manusia purba pada Kala Plestosen tengah waktu itu sangat membutuhkan kajian menggunakan banyak spesimen yang ditemukan di KCBN Sangiran.
Sebagai modal untuk menjalankan fungsi diatas, sebuah museum dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa ruang-ruang pamer, kantor, laboratorium, ruang pertemuan dan gudang (collection storage). Kembali kepada judul tulisan ini bahwa Gudang yang dimaksud adalah ruangan untuk menyimpan koleksi yang belum dipamerkan. Sebuah artikel terbitan ICOM tahun 2021 seorang konservator senior dan praktisi ICCROM yang sudah berpengalaman lebih dari 50 tahun, Gaël de Guichen membuat sebuah definisi Gudang koleksi sebagai berikut, “The museum’s storage room is the place where unexhibited collections—and only the collections— are brought together in optimal conditions, ready to be exhibited in the galleries, studied by specialists, and, if possible, seen by the public.” (Interviewed by Guest Editors Yaël Kreplak & François Mairesse (2021) Collection Storage: A Window into the Richness of Cultural Heritage., Museum International, 73:1-2, 226-235, DOI: 10.1080/13500775.2021.1956780)
Menurut definisi tersebut, Gudang koleksi selain menyimpan koleksi yang tidak dipamerkan juga mempertegas bahwa Gudang hanya menyimpan koleksi dalam kondisi yang optimal, siap untuk dipamerkan di ruang pamer, dipelajari oleh spesialis dan bahkan jika memungkinkan dapat dilihat oleh publik.
Apakah Gudang koleksi Museum Manusia Purba Sangiran sudah memenuhi kriteria yang telah disebutkan di atas? Secara prinsip gudang Museum Manusia Purba Sangiran yang menyimpan ribuan koleksi fosil dari berbagai jenis fauna telah memenuhi kriteria yang diharapkan dalam hal bangunan, perlengkapan dan sistem yang dibangun. Namun melalui kursus yang diselenggarakan oleh ICCROM pada 1 September – 15 Desember 2021 tentang training penataan gudang dengan metode Re-Org, ternyata masih banyak hal yang dapat dikembangkan untuk semakin memperbaiki kondisi gudang koleksi. Metode Re-Org adalah sebuah metode untuk menata gudang koleksi yang diformulasikan oleh ICCROM untuk mewujudkan gudang yang profesional, aksesibel, dan memiliki kondisi optimal untuk menyimpan koleksi museum. Kursus singkat secara daring ini kemudian diterapkan untuk menata Gudang koleksi Museum Manusia Purba Sangiran yang dilaksanakan sejak tanggal 1 Januari – 30 April 2022. Berikut ini beberapa aktivitas dalam penataan gudang yang dilakukan oleh tim Re-Org untuk meningkatkan kapasitas Gudang koleksi;

  1. Relokasi koleksi sehingga tidak tergeletak di lantai
    Metode Re-Org menghendaki sebuah gudang bersih dari benda yang tergeletak begitu saja di lantai. Pada bagian ini benda-benda selain koleksi dipindahkan ke ruangan yang lain untuk memastikan gudang hanya berisi koleksi. Seluruh koleksi yang terletak di lantai diupayakan untuk menempati rak penyimpanan secara optimal.
  2. Optimalisasi lokasi penyimpanan koleksi
    Sistem penomoran yang baru dibuat untuk mengoptimalkan kapasitas Gudang dengan memanfaatkan space yang sebelumnya tidak dianggap sebagai tempat yang dapat digunakan untuk menyimpan koleksi. Selain itu juga dilakukan penambahan furniture baru berupa rak untuk menyimpan koleksi yang dipesan khusus menyesuaikan ukuran koleksi. Optimalisasi juga dilakukan dengan menghindari penumpukan koleksi pada suatu nampan, sehingga dilakukan pembuatan sekat nampan yang memungkinkan setiap koleksi menempati satu tempat spesifik. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses koleksi dalam waktu yang lebih cepat dan menghindari kerusakan koleksi akibat penumpukan.
  3. Optimalisasi iklim mikro Gudang
    Memperbaiki sistem pengaturan suhu dan kelembaban di gudang dengan memanfaatkan teknologi sensor yang diterapkan pada pengaktifan AC (Air conditioner) secara otomatis. Selain itu sebagai pelengkap keamanan gudang juga dilakukan pemasangan alarm detektor asap.
  4. Inovasi database dengan “light tracker”
    Database koleksi dibuat sesuai penomoran dan lokasi koleksi yang sudah diperbarui. Inovasi yang diciptakan adalah pengguna yang melacak suatu koleksi dapat dibantu oleh lampu LED yang dapat menyala sesuai nomor koleksi yang dipilih dalam database.

Sebuah simpulan yang dapat diberikan dari tulisan ini adalah bahwa koleksi di gudang di Museum Manusia Purba Sangiran merupakan kekayaan warisan budaya yang sangat berharga dan menunggu untuk dipelajari, tetap dirawat serta dipersiapkan untuk dipamerkan kepada publik. Bagaimana jawaban judul tulisan ini menurut Anda? (Marlia Yuliyanti Rosyidah)