TK ABA 1 Gemolong Belajar Melalui Museum

0
126

Pengenalan lingkungan pada anak perlu ditanamkan sejak dini, hal ini dilakukan dengan mengajak anak untuk berkunjung dilingkungan sekitar dan menjelaskan pada anak tentang lingkungan yang dikunjungi. Hal ini dilakukan oleh TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Gemolong dengan berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan. Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 23 Januari 2024 sejumlah 140 anak didik dan 13 pendidik .

Di museum, anak didik dikenalkan dengan lingkungan museum yang tak jauh dari sekolahnya. Pengenalan lingkungan ini “Sebagai Program Rutin Kegiatan pengenalan lingkungan TK ABA 1 Gemolong”, jelas Nurul Mahmudah selaku Kepala TK ABA 1 Gemolong.

Kunjungan ke Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan dengan menyaksikan koleksi yang dipamerkan serta menyaksikan pemutaran film menjadi sarana pembelajaran bagi anak didik. Selain itu, buku berjudul “Mengenal Situs Manusia Purba Sangiran” menjadi oleh-oleh bagi TK ABA 1 Gemolong sebagai tambahan materi pelajaran bagi anak didik.

Film yang diputarkan bagi TK ABA 1 Gemolong berjudul “Balung Buto” menceritakan tentang kisah rakyat yang mempercayai bahwa dahulu pernah tejadi perang antara kebaikan melawan angkara murka. Kebaikan diwakili oleh Raden Bandung melawan angkara murka yang terwakili dari Raja Raksasa, Tegopati. Perang yang akhirnya dimenangi Raden Bandung, kemenangan bagi kebenaran yang merupakan hasil kerja keras. Terjadi proses kerja keras yang dilakukan Raden Bandung agar dapat menang dan mengalahkan Tegopati. Perang ini mengakibatkan banyak para raksasa tewas dan tulang belulangnya yang besar kemudian disebut masyarakat Sangiran sebagai Balung Buto (Tulang Raksasa).

Setelah pemutaran film, anak didik diajak untuk diskusi ringan tentang film dimana kebaikan selalu menang melawan kejahatan. Melalui film ini, anak didik ditanamkan untuk berbuat baik, taat pada Allah SWT, dan menurut pada guru serta orang tua. Anak didik ditanya siapa yang ingin jadi orang baik?

Mendengar pertanyaan itu, anak-anak berteriak ingin menjadi orang baik seperti yang ada dalam film yang baru saja diputar. Hal ini membantu menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak secara lebih mudah dan diharapkan menanamkan pada anak bahwa dilingkungan sekitarnya terdapat Museum Manusia Purba Sangiran yang memberi pembelajaran. (Wiwit Hermanto)