SERUI, Kegiatan Jejak Tradisi Daerah (JETRADA) yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Jayapura-Papua pada tanggal 16 s.d 17 Juni 2014 di Kabupaten Kepulauan Yapen dengan tema “Melalui Jejak Tradisi Daerah Generasi Muda Turut Melestarikan Budaya Bangsa” dibuka secara resmi oleh Bpk. Willem Zaman Bonay, S.Sos selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Yapen dengan membacakan sambutan Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen. Menyampaikan “Kegiatan-kegiatan seperti ini kami mengharapkan kedepannya ada kerjasama dan terus berkelanjutan antara kementerian pendidikan dan kebudayaan dengan pemerintah daerah agar kita bisa menggali potensi alam dan sekaligus dapat mendidikan generasi muda dalam upaya pembentukan karakter dan jati diri mereka”.
Willem Zaman Bonay mengatakan “kegiatan ini sangat menyentuh terutama bagi kami di daerah, terutama dalam rangka melestarikan budaya Papua khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda terutama siswa-siswi SLTA. Kegiatan hari pertama kita dapat melihat bahwa dari 80 peserta yang hadir hanya 13 orang yang bisa mengerti bahasa daerah dan 6 orang yang bisa berbahasa daerah dengan baik, bakan yang bisa mengolah sagu menjadi makanan tradisional hanya beberapa siswa saja. Dengan mengajak siswa-siswi terjun langsung ke dusun sagu dan melihat bagaimana para leluhurnya dahulu mengelola sagu, maka diharapkan mereka (generasi muda) bisa memahami bagaimana mengolah sagu tersebut, sehingga diharapkan ada kesadaran dari para peserta untuk melestarikan budaya mereka”.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Hotel Fardhan yang diikuti oleh 80 Peseta Siswa-siswi SLTA dan 20 Guru pendamping. Dengan tujuan memberikan pemahamam kepada generasi muda betapa pentingnya mengenal budayanya sendiri sebagai jati diri dan pembentukan karakter kedepannya.
Jejak Tradisi Daerah kali ini di isi materi-materi budaya yang dibawakan oleh Dr. Enos Rumansara, M.Si Dosen Antropoli Universitas Cenderawasih serta materi lokal yang disampaikan oleh Enos Warimon selaku Budayawan Kabupaten Kepulauan Yapen. Yang mana dilanjutkan dengan proses tanya jawab dari peserta.
Selain itu juga peserta yang terdiri dari siswa-siswi beserta guru pendamping di ajak berpartisipasi dalam bakti masyarakat dengan membersihkan situs Perahu injil yang merupakan salah satu Situs bersejarah di Kabupaten Kepulauan Yapen. Kegiatan hari kedua peserta Jejak Tradisi Daerah diajak langsung ke dusun sagu untuk melihat secara langsung bagaimana proses pemilihan, penebangan, penokokan hingga pemerasan sagu. Peserta juga ikut berpartisipasi dalam mengelolah tepung sagu menjadi beberapa aneka makanan tradisional oleh para ibu di kampung Tarau Distrik Yapen Selatan-Serui Kota Kabupaten Kepulauan Yapen.