Benteng Hollandia dalam Sejarah

(Fort Hollandia in History)

0
357
Bastion utara di Benteng Hollandia Banda (Northern bastion at Fort Hollandia, Banda)

Benteng Lonthoir dibangun pada tahun 1624 di pulau Lonthoir (Lonthor, Banda Besar) oleh para pelaut, tentara dan tawanan Jawa, yang dibawa ke pulau tersebut atas perintah Gubernur Jenderal Jan Pietersz Coen. Benteng ini menggantikan benteng sementara di tepi pantai, yang dibuat oleh Coen selama kampanyenya di kepulauan Banda pada tahun 1621.

Willem Jansz (memerintah 1623-1627) mengawasi pembangunannya sebagai gubernur Banda selama pembangunan benteng gubernur Banda. Penggantinya, Peter Vlack (memerintah 1627-1628) mengganti nama benteng Hollandia pada tahun 1628.

Denah benteng ini berbentuk bujur sangkar dengan empat bastion di sudut-sudutnya dan satu pintu gerbang di sisi darat. Dindingnya terbuat dari batu karang setinggi tujuh meter dan setebal satu meter.

Benteng dan kampung (desa) Lonthoir, yang berada di atas bukit setinggi 20 meter, dapat dicapai dengan menaiki tangga dengan 313 anak tangga. Sisi pantai bukit terlalu curam untuk didaki. Gubernur Joannes van Dam (1661-1665) menggali parit selebar 24 meter dan sedalam 10 meter di sekeliling benteng.

Senjata-senjata di benteng ini mengawasi selat antara pulau Lonthoir dan Gunung Api. Di pantai di bawah benteng terdapat sebuah ravelin, namun hancur akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 1711.

Pengukuran dimensi dinding benteng (Measuring the dimensions of the fort walls)

Benteng ini tidak hanya mengontrol jalur pelayaran, tetapi juga merupakan pertahanan terhadap pemberontakan budak. VOC telah membagi Banda menjadi beberapa perken (perkebunan pala), yang disewakan kepada para perkenier Eropa. Pekerjaan di perkebunan-perkebunan itu dilakukan oleh para budak. Pada tahun 1710, benteng ini digunakan untuk menumpas pemberontakan para budak.

Pada tahun 1741 benteng Hollandia rusak akibat gempa bumi.

Pada tahun 1796, Gubernur François van Boekholtz (1794-1796) mengambil tindakan untuk mempertahankan kepulauan Banda dari serangan Inggris. Ia mundur ke Benteng Belgica di Neira, namun benteng-benteng kecil seperti Hollandia diperbaiki. Setelah pendudukan pulau ini pada tahun 1811, benteng ini terbengkalai dan mengalami kerusakan. Saat ini bastion benteng pada dinding selatan benteng sudah tidak ada lagi dan menyisakan bastion pada dinding utara saja.

Alih bahasa dari: https://www.atlasofmutualheritage.nl/en/page/6986/hollandia-fort-banda

In English:

Fort Lonthoir was built in 1624 on the island of Lonthoir (Lonthor, Banda Besar) by sailors, soldiers and Javanese prisoners, who were brought to the island on the orders of governor-general Jan Pietersz Coen. The fort replaced a temporary fortification at the seaside, was made by Coen during his campaign on the Banda islands in 1621.

Willem Jansz (r. 1623-1627) oversaw construction as the governor of Banda during construction was during the construction of the fort governor of Banda. His successor Peter Vlack (r. 1627-1628) changed the name in 1628 in fort Hollandia.

The plan of the fort is square with four bastions at the corners and one gate at the landside. The walls of coral stone are seven meter high and one meter thick.

Proses penggalian dan pencatatan kotak ekskavasi (Excavation and recording process)

The fort and the kampong (village) Lonthoir, which are on top of a 20 meter high hill, could be reached by climbing a stair with 313 steps. The seaside of the hill is too steep to climb. Governor Joannes van Dam (1661-1665) dug a moat of 24 feet wide and 10 feet deep around the fort.

The fort’s guns commanded the strait between the island Lonthoir and Gunung Api. On the beach below the fort was a ravelin, but that was destroyed by an earthquake and a tsunami in 1711.

The fort controlled not only the shipping lane, but was also a defense against slave revolts. The VOC had divided Banda in so called perken (nutmeg estates), which were leased to European perkeniers. The work on the plantations was done by slaves. In 1710 the fort was used in the suppression of such a slave revolt.

In 1741 fort Hollandia was damaged by an earthquake.

In 1796 governor François van Boekholtz (1794-1796) took measures to defend the Banda islands against a British attack. He retreated to fort Belgica on Neira but had the small forts like Hollandia repaired. After the occupation of the island in 1811 the fort was neglected and fell into decay. Today the land bastions no longer exist.

Temuan struktur pada Kotak C-4 yang diduga semasa dengan kenampakan struktur pada denah tahun 1651 (The structure in Box C-4 is interpreted as ruins from the early construction period of Fort Hollandia (around 1651 AD)