BPNB Kepri Gelar KBCN di Batam

0
89
Para peserta menaiki perahu menuju Belakang Padang

Tidak dipungkiri bahwa tidak sedikit generasi muda yang tidak mengenali dan mengetahui budayanya. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius oleh semua pihak. Kebudayaan merupakan bagian dari identitas bangsa.

Sebagai upaya untuk penguatan pendidikan karakter budaya pada generasi muda BPNB Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan “Kenali Budayamu Cintai Negerimu” (KBCN). Kegiatan ini telah berlangsung pada Selasa-Jumat (23-26/08) di Kota Batam. Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup oleh Toto Sucipto (kepala BPNB Provinsi Kepulauan Riau).

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Warisan Budaya Takbenda ini ada di sekitar kita. Keberadaan WBTB dapat hilang atau punah karena tidak mempunyai pendukung budayanya. Tidak sedikit WBTB Indonesia mengalami hal tersebut. Maka, sebelum hilang atau punah perlu dilakukan pencatatan. Hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk para siswa sekolah. Pemateri terkait Warisan Budaya Takbenda Indonesia disampaikan oleh Muhammad Zen (Kepala bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam). Pemateri menjelaskan hal-hal terkait WBTB, cara pencatatan, hingga pengusulan untuk ditetapkan sebagai WBTB Indonesia.

Sebelumnya Toto Sucipto menyampaikan materi terkait pengenalan kegiatan “Kenali Budayamu, Cintai Negerimu” yang kali pertama dilaksanakan pada 2022 ini. KBCN ini merupakan gabungan dari kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada), Lawatan Sejarah Daerah (Laseda), serta Pramuka Saka Widya Budaya Bakti. Ketiga kegiatan tersebut sebelumnya rutin dilaksanakan oleh BPNB se-Indonesia, termasuk BPNB Provinsi Kepulauan Riau. Karena kebutuhan evaluasi kegiatan-kegiatan tersebut untuk sementara ditiadakan: KBCN sebagai penggantinya.

Dengan menggunakan perahu para peserta diajak menyeberang ke Belakang Padang. Di sana para peserta diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah, di antaranya adalah Gedung Nasional, Vihara Dharma Bhakti, Pos TNI Angkatan Laut Sambu, Kantor Polisi lama, bekas kantor Kecamatan pertama Belakang Padang, dan kantor Imigrasi kelas II Belakang Padang.

Bukan hanya mengunjungi tempat-tempat bersejarah, para peserta juga diajak untuk menikmati berbagai penganan tradisional berupa kue panan cincin, deram, lendot, dan sebagainya. Usai menyantap penganan, para peserta kembali diajak melihat dan mempraktikkan permainan tradisional yang terdapat di Tanah Melayu ini. Permainan-permainan tersebut adalah jengket, gangsing, goli, rumah bulat, benteng, dan statak/engkle. Pada kesempatan tersebut peserta disuguhkan pertunjukan Dikir Bermadah dari Sanggar Sayyidina Ali Pulau Lengkang.

Sebagai pemandu kegiatan-kegiatan luar ruangan di atas adalah Yayasan Indonesia Cakrawala Khatulistiwa, Karang Taruna Belakang Padang, serta aparatur Kecamatan Belakang Padang.

Para peserta berfoto bersama di bukit SMPN 2 Belakang Padang dengan latar gedung-gedung di Singapura

Para peserta diharapkan membuat esai tentang tempat bersejarah yang dikunjungi, menikmati penganan tradisional, serta permainan tradisional di Belakang Padang. Sebelumnya peserta telah dibekali pelatihan terkait dengan penulisan esai yang disampaikan oleh Rendra Setyadihardja. Esai-esai tersebut akan dinilai dan ditentukan para pemenangnya oleh dewan juri.

Kegiatan yang bertajuk “Kenali Budayamu Cintai Negerimu” (KBCN) ini diikuti oleh 60 orang yang terdiri dari perwakilan SMA/sederajat Tanjungpinang, Bintan, dan Batam. Selain itu, ada juga peserta dari unsur Pramuka.

KBCN ini merupakan gabungan dari kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada), Lawatan Sejarah Daerah (Laseda), serta Pramuka Saka Widya Budaya Bakti. Ketiga kegiatan tersebut sebelumnya rutin dilaksanakan oleh BPNB se-Indonesia, termasuk BPNB Provinsi Kepulauan Riau. Karena kebutuhan evaluasi kegiatan-kegiatan tersebut untuk sementara ditiadakan: KBCN sebagai penggantinya.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para peserta. Harapannya kita dapat lebih mengenali budaya-budaya yang ada di sekitar kita dan tambah mencintai negeri ini”, harapan Hendri Purnomo, ketua panitia.***

(Jauhar Mubarok)