PRASASTI LUITAN

0
1443

Bahan             : Tembaga

Periodisasi       : 901 Masehi

Asal                 : Cilacap

 

Prasasti Luitan berangka tahun 823 Çaka atau 901 M. Prasasti yang diketemukan pada tahun 1976 di Cilacap ini memuat suatu masalah sosial dari satu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak atas tanah yang tidak benar.

Jaman dulu, masalah yang sering dijumpai adalah manipulasi pengukuran oleh petugas pajak. Seorang petani, protes kepada petugas pajak terhadap perhitungan luas tanah yang dimilikinya.

Menurut si pejabat pajak, luas tanahnya adalah 40 ½ tampah (ukuran tanah pada masa itu). Karena setiap tampah dikenakan pajak 6 dharana, si petani harus membayar 40 ½ tampah x 6 dharana = 243 dharana. Namun setelah diukur ulang oleh pejabat pajak yang lain, luas tanah si petani hanya 27 tampah.

Rupanya tampah yang digunakan petugas pajak pertama berukuran lebih kecil, kira-kira 2/3 daripada ukuran yang sesungguhnya. Otomatis saja luas tanahnya membengkak.

Sedangkan tampah yang digunakan petugas kedua, benar-benar berukuran asli. Karena kejelian si petani, maka dia berhasil menyelamatkan hartanya dari kecurangan si aparat pajak sebesar 13 ½ tampah x 6 dharana = 81 dharana.

 

Catatan:

a. Beberapa ukuran luas tanah yang dikenal masa ini :

  • Tampah adalah satuan ukuran luas, setara dengan 6.750 – 7.680 meter persegi.
  • Lamwit = 20 tampah
  • Iii.  Depa = jarak dua ujung tangan yang direntangkan (sekitar 1,6-2 meter)
  • Depa Sihwa/Raja, jarak ujung dua tangan raja yang direntangkan = 1,5 Depa
  • Hasta, jarak antara siku dengan ujung jari (antara 40 – 60 centimeter)

 

b. Satuan mata uang yang berlaku pada masa ini:

  • Suwarna, mata uang berupa logam emas seberat 2,5 gram emas;
  • Dharana, mata uang berupa logam perak setara dengan 2,5 gram perak;
  • Tahil, mata uang emas atau perak, istilah tahil merujuk kepada tael Cina.
  • Banyak standar massa tael yang berbeda-beda bergantung pada wilayah atau jenis       perdagangan. Secara umum, tael perak bermassa kira-kira 40 gram. Tepatnya 1,2 troy ons atau 36,7 gram perak tidak murni.
  • Atak atau Satak, setara dengan 1,2 gram emas, sering disebut atau ½ Masa;
  • Picis. Terbuat dari Tembaga, sebagai satuan mata uang terendah. Biasanya        digunakan untuk pembayaran pajak, denda-denda khusus.
  • Masa atau Samasa.
  • Kupang
  • Tali
  • Laksa atau Selaksa
  • Keti atau Saketi

 

c. Konversi:

  • 1 Satak = 200 Picis
  • 1 Masa = 400 Picis
  • 2 Masa = 800 Picis = 1 Domas
  • 1 Kupang = ¼ Masa atau 1 Saga setara dengan 0,6 Gram emas
  • 1 Kupang = 100 Picis
  • 1 Tali = 1.000 Picis
  • 1 Laksa = 10.000 Picis
  • 1 Keti = 100.000 Pic

 

4