Mendikbud Resmikan Kegiatan Belajar Bersama Maestro

0
200

Jakarta—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan “Belajar Bersama Maestro (BBM) dalam rangka meningkatkan potensi seni budaya siswa-siswi SMA/K seluruh Indonesia. Kegiatan yang akan berlangsung selama liburan sekolah ini memungkinkan para pelajar SMA/SMK berbakat untuk belajar dan menimba ilmu langsung dari para maestro.

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, meresmikan Belajar Bersama Maestro di Aula Gedung A, Komplek Kemdikbud Jakarta, pada (12/06).

2

“Negara bisa memfasilitasi siapa yang ingin belajar, dan inilah seniman-seniman berbakat yang memiliki kesempatan melahirkan seniman-seniman besar lewat BBM. Pengalaman bukan semata-mata interaksi, tetapi kesan saat interaksi yang akan terus menginspirasi dalam berkarya. Kemdikbud ingin mendorong tumbuhnya karya seni dari anak-anak generasi baru Indonesia,” ujar Anies Baswedan.

Sebanyak sepuluh maestro turut berpartisipasi dalam kegiatan Belajar Bersama Maestro, antara lain:

  1. Irawati Durban (penari)
  2. Didik Nini Thowok (penari, koreografer, koreografer, pemain pantomim)
  3. Aditya Gumay (sutradara)
  4. I Nyoman Nuarta (pemahat)
  5. Tan Deseng (musisi)
  6. Sam Udjo (musisi)
  7. Nasirun (pelukis)
  8. Purwacaraka (musisi, komponis)
  9. Gilang Ramadhan (musisi)
  10. Supadminingtyas (pesinden)

Acara peresmian kegiatan Belajar Bersama Maestro diawali dengan penampilan Tari Peradaban Cindelaras oleh maestro seni tari, Ibu Irawati Durban. Tarian berdurasi lima menit ini merupakan tarian favorit Ibu Tien Soeharto yang dibawakan secara solo. Kacung Marijan, Direktur Jenderal Kebudayaan, turut memberikan kata sambutan sekaligus laporan.

3

“Belajar Bersama Maestro mengajarkan bahwa untuk menjadi maestro, tidak bisa langsung jadi. BBM tahun ini diselenggarakan di 4 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, dan Yogyakarta. Ini adalah gagasan luar biasa dari pak menteri,” imbuh Kacung Marijan.

1

I Nyoman Nuarta, maestro seni pahat Indonesia, memberikan sambutannya mewakili .. maestro yang hadir. “Program ini sangat baik. Ide ini harus dikembangkan, anak-anak harus tahu bahwa bakat sekecil apapun perlu latihan dan apresiasi, tentu dengan kerja keras. Saya sambut ide ini dan kita wajib mendukungnya,” ujar I Nyoman Nuarta.

Penampilan selanjutnya datang dari Nasirun, maestro lukis Indonesia yang mendemonstrasikan kemampuan berkreasinya secara langsung melalui media kanvas dan cat minyak, disertai dengan alunan tembang merdu dari Supadminingsih, maestro karawitan Indonesia. Acara secara resmi diluncurkan dengan pemukulan bedug Aceh oleh Anies Baswedan dan Gilang Ramadhan, maestro drum Indonesia.