Hilmar Farid: Tangan Diangkat Sebatas Bahu, Lima Jari Dikepal Arahnya Ke Depan, Pekikkan Merdeka!

0
385

Jakarta – Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menyerukan bagaimana memekikkan merdeka di hadapan para peserta Napak Tilas Proklamasi. Pasalnya, ketentuan ini diatur empat belas hari setelah diumumkannya kemerdekaan Indonesia, atau tepatnya pada 31 Agustus 1945.

“Setelah proklamasi pada 17 Agustus tepatnya pada 31 Agustus diatur mengenai mengucapkan salam kebangsaan kemerdekaan ini. Tangan diangkat sebatas bahu, lima jari dikepal arahnya ke depan, pekikkan merdeka. Merdeka!,” ucap Hilmar Farid sambil menirukan, yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta, di Tugu Proklamasi.

Menurutnya, merayakan Hari Kemedekaan Indonesia sebaiknya tidak hanya ditandai dengan upacara dan berkumpul setiap 17 Agustus saja. Naskah proklamasi yang dibacakan oleh Presiden Soekarno menjadi tanda bahwa para generasi selanjutnya harus menunjukan tekad dalam mencapai tujuan nasional Tanah Air.

Tujuan nasional ini, lanjut Hilmar Farid, juga dicerminkan dalam lirik lagu Indonesia Raya di masing-masing stanza. Liriknya yang dalam dan bermakna, selaras dengan nilai-nilai kebangsaan yang patut dijaga.

“Di stanza ketiga penting sekali, karena mengatakan ‘marilah kita berjanji Indonesia abadi’. Stanza yang pertama ‘marilah kita berseru Indonesia bersatu’, sedangkan yang kedua ‘marilah kita mendoa Indonesia bahagia’,” lanjutnya.

Hilmar Farid menyebut, saat ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah mencanangkan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza, khususnya di upacara-upacara penting. Oleh sebab itulah, ia berharap menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah.

Ia pun turut mengajak para peserta yang sebagian besar siswa-siswi sekolah dasar dan menengah ini bisa memanfaatkan gawai untuk mencari dan  menghapal lirik Indonesia Raya 3 stanza tersebut. Tak hanya itu, ia berharap apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan dapat diteruskan oleh para generasi muda.

“Para pendiri republik ini tidak kurang menunggu selama 300 tahun untuk Indonesia merdeka. Jadi dari para perintis republik ini, diharapkan kita dapat teruskan dengan teguh,” serunya menyemangati.

TINGGALKAN KOMENTAR