Hilmar Farid Resmikan Perpustakaan Terpadu Ditjen Kebudayaan

0
356

Jakarta – Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid baru saja meresmikan Perpustakaan Terpadu Direktorat Jenderal Kebudayaan di Gedung E, Lantai 6, Senin (13/2). Dalam sambutannya, ia menyampaikan terdapat sekitar 8.000 buku yang saat ini dikoleksi perpustakaan Ditjenbud.

“Beberapa waktu lalu, saya melakukan pengecekan untuk mengetahui berapa kecepatan merapikan dan mendata ribuan buku ini dalam sehari? Ternyata, 8.000 ribu buku yang kita miliki ini diselesaikan selama kurang lebih 200 hari, di mana per harinya 40 buku, itu luar biasa! Belum lagi ditambah buku-buku pemberian yang jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu,” jelas Hilmar.

Hal tersebut diperjelas dengan laporan Kepala Bagian Umum dan Kerjasama, Wawan Yogaswara. “Pengolahan dan penataan perpustakaan dari Maret 2016 sampai Januari 2017 telah tersusun 10.150 buku dengan jumlah eksemplar 17.013, 3.040 eksemplar buku gudang/simpan, 25.127 eksemplar buku yang didistribusikan, dan 1.645 buku yang sudah digitalisasikan,” paparnya.

Menutup sambutan, Hilmar berharap perpustakaan yang telah terbentuk ini dapat dimanfaatkan secara luas, bukan hanya di lingkungan Ditjen Kebudayaan atau Kemdikbud saja, tetapi juga bagi masyarakat.

“Masyarakat harus banyak mengakses dan menarik banyak manfaat dari keberadaan perpustakaan kita ini. Saya juga berharap, koleksinya dapat terus bertambah, sehingga perpusatakaan kita akan terus tumbuh dan membawa manfaat bagi banyak orang,” tukasnya.

Peresmian Perpustakaan Terpadu dan Arsip Dokumentasi Ditjenbud turut dihadiri oleh Sekretaris Direktur Jenderal Kebudayaan Nono Adya Supriyatno, para pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Ditjenbud, Tim sekretariat Europalia Indonesia, Tim sekretariat Badan Kerjasama Kesenian Indonesia, perwakilan mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan UI, dan para staf pengelola perpustakaan terpadu Ditjenbud.

Pembangunan Perpustakaan Terpadu di lingkungan Ditjenbud dilaksanakan melalui beberapa tahapan, di antaranya pengolahan dan penataan buku perpustakaan, pengadaan bahan koleksi buku, publikasi perpustakaan terpadu, pembinaan SDM perpustakaan terpadu, dan peningkatan layanan publik pada perpustakaan terpadu.

Selain itu, pengolahan dan penataan buku perpustakaan dibantu oleh mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Ilmu Perpustakaan sebanyak 8 orang. Sedangkan, peningkatan pelayanan publik telah dilakukan dengan mendistribusikan buku ke PKBM, sekolah-sekolah, serta yang dimiliki oleh masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR