H.O.S. Tjokroaminoto

0
490
HOS Tjokroaminoto

“Kita diberi makan bukan hanya karena kita dibutuhkan susunua.” ltulah ekspresi patriotisme Haji Oemar Said Tjokromaninoto/HOS Tjokroaminoto untuk menentang penghisapan dan eksploitasi oleh pemerintahan kolonial. HOS Tjokroarninoto merupakan orang pertama yang meneriakkan Indonesia mercleka. Sos ok dan pengaruhnya begitu ditakuti oleh pemerintah Hindia Belanda. De Ongekroonde van Java atau “Raja J awa Tanpa Mahkota” adalah julukan pemerintah kolonial Belanda untuknya. Laki-laki kelahiran Desa Bakur, Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1883 ini memang tak memiliki pendidikan formal. Putera dari Raden Mas Tjokroamiseno ini hanya lulusan akademi pamong praja Opleiding School Voor lnlandse Ambtenaren (OSVlA) di Magelang. la adalah otodidak yang memiliki pengaruh kuat di kalangan rakyat jelata. Bahan tidak sedikit rakyat yang menganggapnya sebagai Ratu Adil, karena gagasannya dianggap melebihi zaman . serta selalu berpihak kepada rakyat dan tanah airnya. Tapi, seperti ditulis sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, dalam bukunya Mneukail Sejarah, Wacana Pergerakan Islam di Indonesl~, TJokro justru menolak sebutan itu. Dia justru mengatkan bangsa Indonesia untuk bekerja keras menciptakan Indonesia merdeka.

Karir Tjokro berawal setelah ia bertemu dengan Haji Samanhudi, pendiri Sarekat  Dagang Islam (SDI), di Surabaya pada 1912. Saat ltu Tjokro mengusulkan agar nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam tanpa meninggalkan misi dagangnya. agar lebih luas cakupannya. Usul itu langsung ditenma dan ia diminta menyusun anggaran dasar SI Tanggal 10 September 1912 SI pun resmi berdiri dengan manhudi menjadi ketua dan Tjokro menjads komisaris untuk Jawa Timur.

Pada 1915, Tjokro menjadi ketua Central SI ya.ng merupakan gabungan dari SI di daerah-daerah: Sejarah saat itu ia terus berjuang mengukuhkan eksistensi SI. Dalam naungan organisasi ini Tjokro berjuang untuk menghapuskan diskriminasi usaha terhadap pedagang pribumi. Dengan kata .lain berupaya menghilangkan dominasi ekonomi penjajah Belanda dan para pengusaha keturunan, Cina .. Maret 1916, SI diakui secara nasional oleh pemermtah Hindia Belanda. Memang, berbeda dengan pemuda keturunan bangsawan lainnya, H.O.S. Tjokroaminoto merupakan tokoh yang berupaya keluar dan belenggu budaya Jawa. Tidak mengherankan kalau ia tidak memilih organisasi Budi Oetomo sebagai wadah perjungannya. Padahal Tjokroaminoto layak bergabung dalam organisasi eksklusif priyayi itu. Ayahnya, RM. Tjokroamiseno adalah Wed ana di Kleco, Madiun,sedangkan kakeknya, RM Tjokronegoro adalah Bupati Ponorogo.Selain kemerdekaan Indonesia, pokok gagasan Tjokro yang terkenal adalah pentingnya kebebasan berpolitik serta perlunya membangkitkan kesadaran akan hak-hak kaum pribumi. Gagasan patriotiknya bisa dilihat dalam berbagai ceramah dan tulisan di media massa seperti Bintang Surabaya, Uiusan Hindia, Fajar Asia. Tjokroaminoto juga melakukan gerakan penyadaran itu terhadap anak-anak muda yang indekos di rumahnya di urabaya. la ingin bangs a Indonesia memiliki pemerintahan sendiri dan terbebas dari belenggu penjajahan. Paling tidak, untuk tahap awal, bangs a Indonesia bisa menyalurkan suaranya dalam masalah politik, misalnya, lewat pembentukan sebuah parlemen sebagai perwujudan prinsip demokrasi. Dengan begitu, kehidupan bangsa Indonesia diatur oleh perundangan-undangan yang diputuskan oleh bangsa Indonesia sendiri di lembaga itu. Gagasan Tjokroamino to itu dilontarkannya di tengah-tengah Kong res Nasional Pertama Central Sarekat Islam pada tahun 1916. Tentu saja, di masa itu pandangan tersebut dinilai sangat luar biasa berani dan progresif. Tak lama setelah ia mengusulkan pembentukan sebuah parlemen, tepatnya pada 1918, pemerintahan kolonial Belanda bersedia membentuk Dewan Rakyat (V olksraad). Tjokroaminoto dan tokoh SI I ~. itu Abdul Muis dan Agus SaIim terpilih sebagai anggota dewan itu. Mereka pun bertekad untuk bentuk parIemen sejati. Ketiganya sempatkan mosi agar anggota parIemen dipilih dari rakyat, serta membentuk pemerintahan yang tanggung jawab kepada parIemen. Sayang, ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda. lalah yang memaksa SI untuk mengambil nOnkooperasi dengan pemerintah.

Pada kongres tahun 1923 yang diadak diun, SI akhirnya diubah menjadi partai pongan nama Partai Sarekat Islam (PSI). Partai tekad untuk menentang. pemerintah Belan melindungi kapitalisme. Sayang, sebelum cita-citanya terkabul, Desember 1934, Tjokro harus menghadap Iik. Tapi, ia meninggalkan seorang murid y, akan meneruskan harapannya. Soekarno P akuinya: “Tjokroaminoto adalah salah satu yang amat saya hormati. Kepribadian dan Is. nya sangat menarik hati saya.” *****

TINGGALKAN KOMENTAR