Barisan Doa Dalam Lirik Indonesia Raya

0
752

Tidak banyak masyarakat Indonesia yang tahu bahwa lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebenarnya tidak hanya sebatas seperti yang sering kita nyanyikan di setiap upacara atau acara-acara penting lainnya. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada aslinya memiliki 3 stanza atau 3 baris lirik yang berbeda-beda. Berikut ulasan makna yang terkandung di dalam lirik asli lagu kebanggaan masyarakat Indonesia ini.

Dalam stanza pertama, kata yang digarisbawahi dalam lagu kebangsaan ini adalah “Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu”. Mengapa kalimat ini menjadi yang diutamakan? Ini dikarenakan kalimat tersebut dianggap penting karena menjadi penyemangat dan seruan bagi Indonesia yang saat itu belum bersatu. Selain itu, dalam stanza pertama juga terdapat kata “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya” yang sebelumnya “Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya”. Kedua frasa ini diubah posisinya atas perintah dari Ir Soekarno yang berpendapat, “Tak akan bangun raga seseorang jika jiwanya tidak terlebih dahulu bangun. Hanya seorang budak yang badannya bangkit namun jiwanya tidak.”

Lirik Lagu Indonesia Raya

Berlanjut ke stanza kedua, dimana frasa yang ditekankan adalah “Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia.” Makna yang mendalam terkandung di dalam lirik di atas, dimana bermakna landasan spiritual dengan selalu mendoakan Indonesia yang bahagia. Maka lanjutan lirik berikutnya adalah “Sadarlah Budinya, Sadarlah Hatinya” yang bermakna masyarakat Indonesia yang senantiasa memiliki budi dan hati yang baik.

Dalam stanza terakhir, stanza ketiga, terdapat sumpah dan amanat agraria yang diselipkan di dalam lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sumpah setia terucap dalam lirik “Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.” Sedangkan amanat agrarian terdapat dalam lirik yang berbunyi “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.” Makna agraria yang dimaksud dalam lirik ini tidak terbatas dengan tanahnya, namun seluruh yang terkandung dalam Indonesia, meliputi tanah, laut, hingga luar angkasanya. Untuk menekankan makna agrarian tersebut, maka ketika satu tahun umur Indonesia, pemerintah saat itu sudah melakukan Revolusi Agraria.

Lirik Indonesia Raya Stanza ketiga

Mengenal Indonesia tidak hanya sebatas mempelajari sejarah bangsa serta bahasanya, tapi lebih dari itu, menghayati dan meresapi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga merupakan suatu bentuk pengamalan serta kebanggaan kita atas negara tumpah darah, Indonesia.

Sumber:

Gunawan Wiradi. 2016. Dalam acara “Merayakan Indonesia Raya”, 30 Oktober 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR