You are currently viewing [TINJAUAN BUKU] – 03

[TINJAUAN BUKU] – 03

Margaret George. 1986. Australia dan Revolusi Indonesia. Terjemahan oleh Hermawan Sulistyo & Wardah Hafidz. Jakarta: Pantja Simpati

Buku ini mengulas bagaimana perubahan pola kedekatan Australia dan Indonesia, mulai dari sebelum Pecah Perang Dunia ke-2, masa-masa Hindia Belanda dijajah oleh Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hingga masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari konfliknya dengan Belanda

Sebelum PD 2, meski secara geografis wilayah Hindia Belanda merupakan tetangga terdekat Australia namun tidak ada kontak yang berarti antara Australia dan Hindia Belanda. Hal ini tentu dikarenakan wilayah Hindia Belanda merupakan wilayah jajahan Belanda sehingga kontak resmi antara kedua wilayah tersebut dipegang oleh negara Induknya masing-masing, Hindia Belanda (Belanda) dan Australia (Inggris)

Setelah Jerman menyerbu Belanda pada 10 Mei 1940, situasi waspada Australia terhadap Hindia Belanda yang sewaktu-waktu akan diserang Jepang pun dimulai. Lobi-lobi Hindia Belanda untuk meminta perlindungan kepada Australia mulai digiatkan. Hingga akhirnya saat kekuasaan Hindia Belanda akhirnya takluk secara resmi pada 8 Maret 1942, maka terhitung 10 Maret 1942 pemerintahan inti Hindia Belanda pun diungsikan ke Australia. Selama masa pengungsian, pembahasan-pembahasan Australia terhadap wilayah Hindia Belanda adalah usulan mengenai status Hindia Belanda pasca perang nantinya. Pihak Hindia Belanda berharap status Hindia Belanda seperti sediakala, sedangkan Australia mengusulkan wilayah Hindia Belanda menjadi wilayah perwalian negara-negara sekutu.

Pada awal Indonesia Merdeka, Australia masih bersikap netral dan cenderung berdiam diri saat pemerintah Hindia Belanda mencoba masuk kembali ke Indonesia dengan NICA-nya. Namun akibat aksi Agresi Militer Pertama 21 Juli 1947, sikap Australia mulai berubah dan cenderung murka kepada akivitas Belanda. Oleh karenanya ketika Dewan Keamanan PBB melalui Komisi Jasa Baik (UNCI) membentuk Komisi Tiga Negara dimana pihak Australia menawarkan diri sebagai penengah konflik Indonesia dan Belanda terlihat jelas dimana posisi Australia saat itu

#munasprok #sahabatmunasprok #dirumahaja #jumatbuku #perpustakaan

Tinggalkan Balasan