Tari-tarian dalam Pembukaan Expo Unosed 2019 Sebagai Simbol Semangat Membangun

0
977

Gelaran Expo Unosed 2019 yang mengambil tema “Mencipta Generasi Unggul 4.0 Melalui Inovasi IPTEK” yang berlangsung selama 4 hari pada tanggal 10-13 Oktober 2019 bertempat di Graha Widyatama Unsoed dibuka Kamis, 10 Oktober 2019. Gelaran ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr. Hal yang menarik pada acara pembukaan ini, adalah tari-tarian pembuka dipersembahkan dari desa binaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed.
Desa Dermaji adalah desa di wilayah Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas yang merupakaan desa binaan FIB Unsoed yang sudah berlangsung selama 3 tahun. “Ini bagian dari komitmen kamu sebagai perguruan tinggi, buka hanya meningkatkan mutu pendidikan tetapi mengabdi pada masyarakat dalam bentuk desa binaan”, tegas Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si selaku Ketua panitia Expo Unosed 2019 dalam sambutannya.
Tari-tarian yang dipersembahkan melibatkan berbagai penari dari berbagai usia, dari anak usia sekolah dasar hingga ibu-ibu yang dengan lincah menari untuk menghibur tamu. Pembawa acara mengungkapkan bahwa tari pembuka disebut Tari Tumandang dari Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Desa ini memiliki potensi kesenian besar dan merupakan desa binaan FIB Unsoed yang terus berkembang bersama masyarakat.
Tari ini sebagai simbol semangat bekerja masyarakat desa dalam meraih dan merangkai kehidupan bersama. Semangat masyarakat yang tak kenal lelah ditunjukkan dalam gerak tari yang dipersembahkan kelompok ibu-ibu yang masih bersemangat dalam berkesenian. Diharapkan semangat ini bisa menularkan semangat bagi civitas akademika Unsoed khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 
Yang tak kalah menarik adalah penampilan tari yang diberi nama Ceblak Rempong yang dipersembahkan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Naris selaku pendamping para penari yang juga mengaku sebagai guru di SDN 3 Dermaji mengatakan makna dari tari Ceblak Rempong, “Masyarakat bersama membersihkan desa, menjaga desa karena ini bukan hanya tugas perangkat desa atau pemerintah tapi seluruh lapisan masyarakat”.
Tarian-tarian yang tampil dalam pembukaan Expo Unsoed merupakan sebuah perlambang yang disampaikan melalui seni. Sebuah perlambang yang menunjukkan aktivitas masyarakat desa dalam membangun desanya. Membangun desa melalui berbagai aktivitas positif dan sudah seyogyakan didukung berbagai elemen masyarakat.
BPSMP Sangiran dalam kapasitasnya sebagai salah satu elemen kebudayaan juga turut mendukung kemajuan masyarakat melalui budaya. Melalui gelaran Expo Unsoed ini, BPSMP Sangiran melalui Seksi Pemanfaatan memberikan informasi bagi pengunjung. (Wiwit Hermanto)