Belajar Kehidupan Masa Lalu Melalui Museum Manusia Purba Sangiran

0
91

Liburan semester bagi siswa sudah dimulai pada akhir tahun 2023 ini, salah satu tujuan wisata sekaligus edukasi adalah Museum Manusia Purba Sangiran. Sebuah museum yang menyajikan koleksi yang bercerita tentang kisah kehidupan di Sangiran yang berlangsung sejak 2,4 juta tahun yang lalu. Koleksi hewan purba yang hidup di air dan darat dapat disaksikan, selain itu bukti kehidupan manusia purba berjenis Homo erectus diceritakan di museum ini.

Museum Manusia Purba Sangiran terbagi pada 4 museum klaster dan 1 museum lapangan yang mampu memberi hiburan sekaligus belajar kehidupan masa lampau. Berbagai koleksi di museum memberikan informasi terkait kisah kehidupan manusia purba beserta budaya yang diciptakannya, serta berbagai hewan yang hidup kala itu yang mampu diceritakan melalui lapisan-lapisan tanah yang tersingkap di Situs Sangiran.

Keempat museum klaster dan 1 museum lapangan ini memiliki tema yang berbeda-beda sehingga mampu memberi informasi dan pengetahuan bagi pengunjung. Tiap museum memiliki tema yang berbeda sehingga masyarakat dapat berkunjung guna melengkapi informasi dan pengetahuan.

Tema-tema yang berbeda-beda tersebut mampu memberi penjelasan tentang kehidupan di Sangiran di masa lalu. Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan merupakan pusat kunjungan yang memberikan informasi umum tentang Situs Sangiran.

Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Bukuran mengambil tema evolusi makhluk hidup, museum ini berada di Desa Bukuran, Kalijambe, Sragen. Disini, pengunjung dapat belajar tentang evolusi yang banyak menjadi pertanyaan berbagai pihak. Berkunjung ke museum ini sambil menikmati alam pedesaan yang ada disekitarnya.

Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung menyajikan sejarah penelitian saat Situs Sangiran pertama kali didatangi peneliti asing. Sebuah cerita tentang kerja keras para peneliti dalam melakukan penelitian kala Sangiran belum banyak dikenal dunia dan kemudian melalui berbagai hasil penelitian dapat dikenal oleh dunia penelitian.

Museum Manusia Purba Klaster Dayu mengambil tema sebagai lokasi penemuan hasil budaya manusia berusia 1,2 juta tahun silam. Pengunjung dapat berjalan seperti menyusuri lorong waktu, berbagai perubahan Sangiran dapat dilihat melalui lapisan-lapisan tanah yang masih terlihat hingga saat ini.

Museum Lapangan Manyarejo merupakan apresiasi penelitian yang telah dilakukan para peneliti yang bekerjasama dengan masyarakat. Pengunjung dapat menyaksikan kotak ekskavasi para peneliti yang masih dilestarikan guna menjadi informasi bagi pengunjung.

Museum tersebut dapat menjadi referensi guna berwisata sekaligus edukasi selama liburan kali ini. Perlu diketahui bahwa jam buka museum Selasa-Minggu, hari Senin tutup guna pembersihan dan perawatan koleksi museum. Pada libur natal 2023 dan tahun baru 2024, bertepatan dengan hari senin, museum tutup. Untuk mengunjungi museum diliburan kali ini, dapat dilakukan dihari lainnya dengan waktu kunjung pukul 08.00-15.00 WIB. (Wiwit Hermanto)